Matamata.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan percepatan pemulihan di wilayah terdampak bencana di Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia memastikan Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Bencana akan terus bekerja tanpa batasan waktu hingga kondisi sepenuhnya pulih.
"Tenggat itu tidak ada ya. Kita diminta kerja secepat-cepatnya," ujar Prasetyo saat ditemui di Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2).
Berdasarkan data terbaru, urgensi penanganan ini sangat tinggi mengingat sekitar 15.000 warga di Aceh dan 850 warga di Sumatera Utara masih bertahan di tenda pengungsian. Pemerintah kini memacu pembangunan hunian sementara (huntara) dengan target rampung sebelum Idulfitri, agar pengungsi dapat beribadah di tempat tinggal yang lebih layak.
Meski demikian, Prasetyo mengakui adanya keterlambatan dari proyeksi awal yang seharusnya selesai sebelum Ramadan. Ia mengungkapkan bahwa kendala utama di lapangan bukan sekadar masalah logistik, melainkan kerumitan dalam proses pendataan dan pendekatan kepada masyarakat.
"Masalah pendataan menjadi problem tersendiri. Teknis di lapangannya adalah warga ditanya satu per satu, apakah mereka berkenan dibangunkan huntara atau tidak," jelasnya.
Proses ini, lanjut Prasetyo, membutuhkan pendekatan individual yang mendalam. Pemerintah perlu memastikan kesediaan warga terkait rencana relokasi maupun pembangunan hunian tetap (huntap), baik di lokasi lama maupun lokasi baru yang lebih aman.
Guna mengatasi hambatan tersebut, Mensesneg menekankan pentingnya komitmen koordinasi lintas kementerian, lembaga, serta dukungan penuh dari DPR RI.
"Kendala lapangannya bermacam-macam. Justru di situlah kita butuh saling berkoordinasi untuk mempercepat proses tersebut," pungkas Prasetyo. (Antara)
Berita Terkait
-
Satgas PRR: 25 Ribu Rumah Terdampak Bencana di Sumatera Segera Terima Dana Pemulihan
-
Kepuasan Publik Tembus 79,9 Persen, Mensesneg: Fokus Kami Bukan Kejar Hasil Survei
-
Dihadiri Presiden Prabowo, MUI Umumkan Rehabilitasi 500 Rumah Marbot di 3 Provinsi
-
Presiden Prabowo Beri Atensi Khusus Kasus Siswa SD Bunuh Diri di NTT
-
Wapres Gibran Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Pastikan Pendidikan dan RS Beroperasi
Terpopuler
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Masyarakat Tunda Ibadah Umrah
-
Quraish Shihab Panjatkan Doa Khusus untuk Presiden Prabowo di Malam Nuzulul Qur'an
-
Dipandu Irfan Hakim, RCTI Kembali Hadirkan Tabligh Akbar 'Penyejuk Hati' Live dari Bogor
-
Tahun Ini, Penyanyi Kintan Percaya Diri Merilis Lagu Upbeat dengan Judul 'Lets Dance'
-
Pemprov DKI Hentikan Operasional Open Dumping di Zona 4A TPST Bantargebang
Terkini
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Masyarakat Tunda Ibadah Umrah
-
Quraish Shihab Panjatkan Doa Khusus untuk Presiden Prabowo di Malam Nuzulul Qur'an
-
Pemprov DKI Hentikan Operasional Open Dumping di Zona 4A TPST Bantargebang
-
Mendiktisaintek Dorong Hilirisasi Riset Kampus untuk Ketahanan Pangan dan Energi
-
Menko Pangan Pastikan Program Makan Bergizi Gratis di Jepara Sesuai Standar Gizi