Matamata.com - Usia hanyalah angka bagi Tatok Hardiyanto. Atlet para-tenis meja andalan Indonesia ini membuktikan dedikasinya dengan kembali menyumbangkan medali bagi Merah Putih di ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand, meski kini telah menginjak usia 61 tahun.
Tatok sukses mengamankan medali perunggu pada nomor tunggal putra TT5 (kursi roda). Meski dominasinya sebagai langganan emas sempat terhenti, Tatok tetap bersyukur atas pencapaiannya di Korat Hall, Central Korat, Nakhon Ratchasima, Sabtu (24/1/2026).
"Medali perunggunya harus saya syukuri, walaupun biasanya saya bisa menyabet emas," ujar Tatok dengan rendah hati usai pertandingan.
Langkah Tatok terhenti di babak semifinal setelah mengakui keunggulan wakil tuan rumah, Norakan Chanphaka, dengan skor 0-3 ($2-11$, $7-11$, $10-12$). Hasil ini sekaligus menjadi momen pertama kalinya ayah tiga anak tersebut gagal menembus partai puncak di klasifikasi TT5.
Namun, kegagalan melaju ke final tidak memadamkan api semangatnya. Bagi Tatok, torehan ini adalah pesan kuat bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap berkontribusi bagi negara.
"Saya masih ingin berprestasi untuk Tanah Air. Hasil ini menjadi pengalaman berharga karena lawan memang tampil lebih unggul dan pantas menang," tuturnya.
Tatok menyadari tantangan di level internasional semakin berat dengan munculnya atlet-atlet muda berbakat. Kendati demikian, ia menegaskan komitmennya untuk terus berlatih keras demi tetap bersaing di level tertinggi.
Peluang Tatok untuk menambah koleksi medali masih terbuka lebar. Ia dijadwalkan turun di nomor ganda putra MD8 berpasangan dengan Sefrianto. Mereka akan menghadapi tantangan berat melawan pasangan tuan rumah, Wanchai Chaiwut/Yuttajak Gunbancheun, pada Sabtu sore pukul 15.30 WIB.
Sebagai catatan, pada dua edisi APG sebelumnya di Solo (2022) dan Kamboja (2023), Tatok tampil sangat dominan dengan koleksi tiga medali emas dan satu perak di kelas 5 untuk nomor tunggal, beregu, serta ganda campuran.
Tag
Terpopuler
-
Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan
-
Prabowo Targetkan Dana Penyelamatan Negara Rp10 Triliun untuk Perbaikan Puskesmas dan Sekolah
-
Kasus Korupsi Chromebook: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
-
WWF Ajak Masyarakat hingga Swasta Kolaborasi Promosikan Pangan Lokal
-
Film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" Resmi Menguras Air Mata di Bioskop Mulai Hari Ini
Terkini
-
Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan
-
Prabowo Targetkan Dana Penyelamatan Negara Rp10 Triliun untuk Perbaikan Puskesmas dan Sekolah
-
Kasus Korupsi Chromebook: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
-
WWF Ajak Masyarakat hingga Swasta Kolaborasi Promosikan Pangan Lokal
-
Menko Pangan Minta BGN Tingkatkan Serapan Telur Lewat Program Makan Bergizi Gratis