Matamata.com - Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menegaskan tidak ada anggotanya yang terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Kembangan, Jakarta Barat. Kasus kekerasan yang sempat viral di media sosial tersebut saat ini tengah ditangani secara hukum.
Asisten Intelijen Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Asintel Danpaspampres), Kolonel Inf. Mulyo Junaidi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan internal usai informasi tersebut beredar luas. Ia memastikan prajurit TNI yang diduga sebagai pelaku bukan bagian dari satuan pengawal Presiden.
"Tadi saya sudah cek, rupanya yang bersangkutan bukan anggota Paspampres," ujar Mulyo Junaidi saat dihubungi di Jakarta, Selasa (10/2).
Mulyo mengungkapkan, terduga pelaku merupakan perwira TNI berinisial Kapten Cpm A. Berdasarkan hasil klarifikasi, Kapten Cpm A diketahui sebagai anggota Detasemen Markas (Denma) Mabes TNI. Terkait proses hukum selanjutnya, Paspampres menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada Mabes TNI.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa kasus ini sedang diusut oleh Polsek Kembangan.
"Benar, Polsek Kembangan telah menerima laporan dugaan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap pengemudi ojek daring di wilayah Kembangan," kata Budi kepada wartawan, Senin (9/2).
Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/080/II/2026/Polsek Kembangan. Berdasarkan keterangan polisi, peristiwa ini terjadi pada Rabu (4/2) sekitar pukul 20.15 WIB dan dilaporkan oleh korban pada Kamis (5/2).
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat korban mengantarkan penumpang berinisial N ke kawasan Srengseng, Kembangan. Setibanya di lokasi, N mengaku bingung mencari alamat rumah tujuannya, yang ternyata merupakan kediaman terduga pelaku.
Korban kemudian meminta N menghubungi penghuni rumah (pelaku) untuk memastikan lokasi. Namun, melalui sambungan telepon, pelaku justru memaki penumpang tersebut. Meski terjadi ketegangan via telepon, korban tetap mengantarkan N hingga sampai ke depan rumah pelaku.
Setibanya di tujuan, cekcok antara pelaku dan korban tidak terhindarkan. Perselisihan tersebut berujung pada tindakan kekerasan fisik yang menyebabkan pengemudi ojol mengalami luka-luka. Foto-foto bukti penganiayaan dan bukti pemesanan aplikasi ojol kini telah beredar luas sebagai dasar laporan kepolisian.
Berita Terkait
-
Viral Anggota Paspampres Dipotes Warga di London, Asintel: Sudah Sesuai SOP dan Proporsional
-
Gojek Pastikan Pemberian BHR 2026 bagi Mitra Pengemudi, Skema Sedang Digodok
-
Wapres Gibran Jenguk Korban Bentrokan Demo di RSCM dan RS Pelni
-
Siapa Willie Salim? Aksi Rangkul Keluarga Driver Ojol Korban Rantis Jadi Bukti Hati Mulianya
-
Paspampres Tendang Begal Saat Bawa Motor Kencang Cuma Memar: Wow Pak, Definisi Otot Kawat Tulang Besi
Terpopuler
-
KPK Buru Importir Pengguna Jasa Blueray Cargo dalam Skandal Suap Barang KW
-
Terima Apindo di Hambalang, Presiden Prabowo Tekankan Penciptaan Lapangan Kerja Sektor Padat Karya
-
Paspampres Pastikan Pelaku Penganiayaan Ojol di Kembangan Bukan Anggotanya
-
Berbeda dari Trah Soekarno Lainnya, Didi Mahardhika Ungkap Alasan Setia di Sisi Prabowo
-
Incar Solusi Pangan, Pupuk Indonesia Siapkan Dana Inovasi Rp2 Miliar bagi Peneliti dan Startup
Terkini
-
KPK Buru Importir Pengguna Jasa Blueray Cargo dalam Skandal Suap Barang KW
-
Terima Apindo di Hambalang, Presiden Prabowo Tekankan Penciptaan Lapangan Kerja Sektor Padat Karya
-
Berbeda dari Trah Soekarno Lainnya, Didi Mahardhika Ungkap Alasan Setia di Sisi Prabowo
-
Incar Solusi Pangan, Pupuk Indonesia Siapkan Dana Inovasi Rp2 Miliar bagi Peneliti dan Startup
-
Kepuasan Publik Tembus 79,9 Persen, Mensesneg: Fokus Kami Bukan Kejar Hasil Survei