Matamata.com - Asisten Intelijen Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Asintel Danpaspampres), Kolonel Infanteri Mulyo Junaidi, angkat bicara menjelaskan isi rekaman video viral yang menampilkan anggota Paspampres saat bertugas di London, Inggris.
Video tersebut merekam momen saat anggota Paspampres mengawal lawatan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, anggota Paspampres tampak menerima protes dari sejumlah warga saat diminta bergeser guna sterilisasi lokasi pengamanan.
Kolonel Mulyo menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi mendalam dan mengecek keterangan anggota yang bersangkutan. Hasilnya, tindakan tersebut dinyatakan telah sesuai dengan standar prosedur operasional (SOP).
"Dapat kami sampaikan bahwa yang bersangkutan telah menjalankan tugas pengamanan Kepala Negara sesuai dengan standar prosedur operasional (SOP) yang berlaku," tegas Kolonel Mulyo dalam keterangan resminya, Kamis (29/1).
Lebih lanjut, Mulyo menilai tindakan maupun ucapan anggotanya dalam video tersebut bersifat proporsional.
Dalam tayangan itu, sang prajurit merespons protes warga dengan tetap tersenyum sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.
"Paspampres mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan, dan berkomitmen untuk terus menjamin keselamatan Kepala Negara sesuai ketentuan," tambahnya.
Sebagaimana diatur dalam undang-undang, Presiden Prabowo selalu didampingi oleh Grup A Paspampres dalam setiap lawatan luar negeri.
Paspampres sendiri merupakan satuan elite TNI yang terdiri dari prajurit terbaik berbagai matra, termasuk Denjaka (TNI AL), Satbravo 90 (TNI AU), dan Kopassus (TNI AD).
Tugas utama pasukan ini adalah memberikan perlindungan fisik secara langsung dan jarak dekat kepada Presiden, Wakil Presiden, serta keluarga inti mereka guna memastikan keamanan dan keselamatan simbol negara. (Antara)
Berita Terkait
-
Dampingi Kunjungan Presiden Prabowo, Menko Airlangga Luncurkan Kemitraan Ekonomi Indonesia-Inggris
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
-
Indonesia Surplus 0,5 Juta Ton Jagung, Titiek Soeharto: Saatnya Kita Ekspor!
-
Pecah Rekor! Bulog Serap 4,5 Juta Ton Gabah, Indonesia Resmi Swasembada Beras
Terpopuler
-
Di Sidang PBB, Rusia Tegaskan Israel Tak Lagi Punya Alasan Blokade Pintu Rafah
-
Menkeu Purbaya ke Bea Cukai: Jangan Main-main, Barang Selundupan Bikin Kita Semua Rugi
-
Indonesia Hilang 554 Ribu Hektare Sawah, Prabowo Perintahkan Lahan LP2B Tak Boleh Diubah Selamanya
-
Waspada Virus Nipah di India, Kemlu Pantau Kondisi WNI: Situasi Masih Terkendali
-
Viral Anggota Paspampres Dipotes Warga di London, Asintel: Sudah Sesuai SOP dan Proporsional
Terkini
-
Di Sidang PBB, Rusia Tegaskan Israel Tak Lagi Punya Alasan Blokade Pintu Rafah
-
Menkeu Purbaya ke Bea Cukai: Jangan Main-main, Barang Selundupan Bikin Kita Semua Rugi
-
Indonesia Hilang 554 Ribu Hektare Sawah, Prabowo Perintahkan Lahan LP2B Tak Boleh Diubah Selamanya
-
Waspada Virus Nipah di India, Kemlu Pantau Kondisi WNI: Situasi Masih Terkendali
-
Bantah Isu BUMN Rugi, Danantara Bidik Keuntungan Hingga Rp350 Triliun