Matamata.com - Cucu Proklamator RI Bung Karno, Didi Mahardhika Soekarno, menegaskan komitmen dan kesetiaannya kepada Presiden Prabowo Subianto yang juga menjabat Ketua Umum Partai Gerindra.
Sebagai kader Partai Gerindra, Didi menyatakan bahwa pilihan politiknya yang berbeda dari mayoritas keluarga besar Soekarno bukanlah keputusan sesaat. Ia mengaku memegang teguh dua amanah utama: pesan dari sang ibunda, almarhumah Rachmawati Soekarnoputri, dan kepercayaan dari Prabowo Subianto.
"Pesan ibunda jelas, tetap setia kepada Bapak Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Alhamdulillah, amanah itu saya jalankan sejak dulu," ujar Didi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (10/2/2026).
Ideologi Tanpa Dikotomi Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra, Didi menyampaikan harapannya agar partai berlambang kepala garuda tersebut terus konsisten menjaga persatuan bangsa. Ia menilai Gerindra adalah wadah politik yang paling mampu merepresentasikan nilai-nilai Bung Karno tanpa menciptakan polarisasi.
"Gerindra itu cocok dengan darah ideologi saya. Ada garis ajaran kakek saya, Bung Karno, tetapi tidak dibenturkan dengan siapa pun," tegasnya.
Didi juga mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Prabowo telah melampaui batas politik formal. "Bagi saya, Pak Prabowo sudah seperti bapak sendiri. Itu yang saya pegang," tambahnya.
Tinggalkan Narasi Lama Lebih lanjut, Didi mengkritik upaya sejumlah kelompok yang masih menghidupkan dikotomi lama, seperti narasi Pro-Soekarno versus Pro-Soeharto. Menurutnya, pola pembelahan semacam itu sudah tidak relevan dan hanya menghambat kemajuan bangsa.
"Mengotak-ngotakkan rakyat ke dalam pro sini atau pro sana hanya memperkecil bangsa ini. Kita harus menyatukan, bukan membelah," kata putra Rachmawati Soekarnoputri ini.
Ia menegaskan, sebagai keturunan langsung Bung Karno, ia memilih menjalankan warisan ideologi sang kakek dengan pendekatan yang lebih relevan untuk tantangan nasional saat ini. (Antara)
Berita Terkait
-
Jimly Asshiddiqie: Rekomendasi Reformasi Polri Segera Dilaporkan ke Presiden Prabowo
-
Gus Yahya: Presiden Prabowo Punya Posisi Strategis Mediasi Konflik Timur Tengah
-
Redam Dampak Konflik Global, Presiden Prabowo Perkuat Solidaritas Bersama Ulama
-
Menkop Ferry Juliantono: Suksesnya Kopdes Merah Putih Jadi Penentu Eksistensi Koperasi
-
Prabowo-Gibran Jamu Tokoh Bangsa dan Pemimpin Lintas Generasi di Istana Merdeka
Terpopuler
-
Syarief Khan akan Somasi dan Laporkan Selebgram ke Polisi, dengan Dugaan Fitnah
-
Diandra Salsabila hingga Ghazi Alhabsyi, Ungkap Tantangan Seru Sinetron 'Petualangan Rahasia Queena'
-
Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Pemerintah Intensifkan Negosiasi dengan Iran
-
Inacell: Inovasi BRIN Ubah Limbah Sawit Jadi Material Industri Bernilai Tinggi
-
Komisi III DPR RI Puji Putusan Hakim PN Batam yang Tak Jatuhkan Vonis Mati pada Fandi
Terkini
-
Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Pemerintah Intensifkan Negosiasi dengan Iran
-
Inacell: Inovasi BRIN Ubah Limbah Sawit Jadi Material Industri Bernilai Tinggi
-
Komisi III DPR RI Puji Putusan Hakim PN Batam yang Tak Jatuhkan Vonis Mati pada Fandi
-
Kemenag Pastikan TPG Guru Madrasah Cair Bertahap Mulai Pekan Ini
-
Jimly Asshiddiqie: Rekomendasi Reformasi Polri Segera Dilaporkan ke Presiden Prabowo