Matamata.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengungkapkan bahwa tradisi silaturahmi yang kuat adalah hal yang paling ia rindukan saat bulan Ramadan tiba di ibu kota. Selain momen sosial tersebut, ia juga memastikan Pemprov DKI akan memberikan insentif pajak bagi pusat perbelanjaan untuk mendorong diskon belanja bagi warga.
"Salah satu kelebihan Ramadan di Jakarta itu silaturahminya kuat sekali. Safari Ramadan akan berlangsung terus-menerus. Pekan pertama saja saya sudah jadwal penuh untuk bersilaturahmi, mulai dari jajaran eselon 2 hingga rekan media di Balai Kota," ujar Pramono di Jakarta Utara, Senin (23/2/2026).
Pramono juga berencana berkeliling ke masjid-masjid di ibu kota serta menjalin komunikasi dengan sejumlah kedutaan asing untuk mempererat hubungan diplomatik di bulan suci.
Insentif Pajak dan Diskon Belanja Selain sisi personal, Pramono menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan kebijakan fiskal khusus bagi pelaku usaha ritel.
"Mulai 18 Februari sampai Idulfitri nanti, kami akan memberikan insentif pajak bagi pusat perbelanjaan yang memberikan potongan harga kepada masyarakat. Tujuannya supaya belanja di Jakarta menjadi lebih murah dan terjangkau," tutur Pramono.
Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menyemarakkan suasana Lebaran di ibu kota, tetapi juga efektif mendorong roda ekonomi dan meringankan beban pengeluaran warga di tengah momentum hari besar keagamaan.
Rindu Nasi Briyani dan Rendang Bicara soal selera pribadi, mantan Sekretaris Kabinet ini mengaku memiliki menu favorit yang selalu dinanti saat berbuka puasa.
"Kalau makanan, yang paling utama itu nasi briyani dan rendang. Tapi biasanya kalau puasa itu kita 'lapar mata', pengennya banyak, begitu buka ternyata hanya sedikit yang dimakan. Saya yakin ini dialami kita semua," ungkapnya sambil berseloroh.
Melalui perpaduan kebijakan ekonomi dan kegiatan sosial, Pramono menginginkan momen Ramadan 1447 H di Jakarta menjadi lebih semarak, berwarna, dan ramah di kantong masyarakat. (Antara)
Berita Terkait
-
DPR Kawal Kasus ABK Fandi Ramadhan: Jangan Ada Rekayasa dalam Tuntutan Mati 2 Ton Sabu
-
Berapa Penurunan Berat Badan yang Wajar saat Puasa? Ini Penjelasan Dokter
-
Prabowo Bertemu Raja Abdullah II di Yordania, Soroti Kekerasan Israel di Tepi Barat
-
BGN Tegaskan Kabar Pembagian Makan Bergizi Gratis Saat Sahur Adalah Hoaks
-
Bulog Pastikan Bantuan Beras dan Minyak Goreng Disalurkan Mulai Pekan Depan
Terpopuler
-
Wakapolri Imbau Pemudik Hubungi Hotline 110 Jika Alami Gangguan di Jalan
-
Menko AHY: Tata Ruang Adalah Panglima dalam Pembangunan Infrastruktur
-
Saudi Kedepankan Diplomasi Redakan Eskalasi di Timur Tengah, Jamin Keamanan Haji
-
Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam Milik Bangsa, Pengusaha Batu Bara dan CPO Wajib Utamakan Kebutuhan Domestik
-
Stok Beras Melimpah, Mentan Amran Lapor ke Presiden Prabowo Capaian PDB Pertanian Tertinggi dalam 25 Tahun
Terkini
-
Wakapolri Imbau Pemudik Hubungi Hotline 110 Jika Alami Gangguan di Jalan
-
Menko AHY: Tata Ruang Adalah Panglima dalam Pembangunan Infrastruktur
-
Saudi Kedepankan Diplomasi Redakan Eskalasi di Timur Tengah, Jamin Keamanan Haji
-
Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam Milik Bangsa, Pengusaha Batu Bara dan CPO Wajib Utamakan Kebutuhan Domestik
-
Stok Beras Melimpah, Mentan Amran Lapor ke Presiden Prabowo Capaian PDB Pertanian Tertinggi dalam 25 Tahun