Matamata.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (28/2/2026).
Pertemuan ini fokus membahas penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga penguatan konektivitas perdagangan.
Khofifah menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah integrasi pembangunan antarwilayah. Menurutnya, Jawa Timur menjadikan proyek perubahan dari pendidikan kepemimpinan ASN sebagai instrumen kebijakan yang berdampak sistemik.
"Pembangunan tidak boleh parsial, harus terintegrasi lintas sektor dan berbasis penguatan kapasitas SDM. Peningkatan kualitas aparatur menjadi prioritas agar setiap program benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat," tegas Khofifah.
Dalam bidang penguatan SDM, Jawa Timur melalui BPSDM telah dipercaya menyelenggarakan PIM II sebanyak tiga kali oleh LAN. Bahkan, Jatim telah menjalin kerja sama internasional dengan Singapura untuk peningkatan kapasitas tata kelola digital.
Optimalisasi Tol Laut dan Hilirisasi Selain urusan birokrasi, kedua pemimpin daerah ini membahas optimalisasi arus perdagangan melalui Tol Laut. Khofifah mendorong agar produk-produk unggulan Maluku Utara mendapatkan akses pasar yang lebih luas di Jawa Timur.
"Dengan konektivitas Tol Laut, kita bisa menciptakan ekosistem perdagangan yang saling menguatkan," imbuhnya.
Sektor pertanian juga tak luput dari pembahasan, mulai dari hilirisasi varietas alpukat Malang untuk pasar ekspor, hingga pemanfaatan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari untuk meningkatkan kualitas genetik ternak nasional.
Maluku Utara Siap Adopsi Proyek Perubahan Jatim Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos memberikan apresiasi tinggi dan menganggap Khofifah sebagai mentor dalam kepemimpinan daerah. Ia membawa tim teknis untuk mempelajari cara Jatim mengimplementasikan proyek perubahan di tingkat birokrasi.
"Kami melihat Jawa Timur berhasil membangun sistem terintegrasi dengan SDM sebagai fondasi utama. Ini yang ingin kami pelajari lebih dalam, bagaimana proyek perubahan dikawal agar berdampak nyata," ujar Sherly.
Sherly berharap kolaborasi ini berlanjut pada pendampingan teknis dan pertukaran praktik terbaik (best practices) antar-perangkat daerah secara berkelanjutan. (Antara)
Berita Terkait
-
Khofifah Perkuat Pendidikan Inklusif Lewat Safari Bansos Amaliyah Ramadan di Bangkalan
-
Khofifah: Buruh Pilar Ekonomi Jatim, Pengusaha Wajib Bayar THR Tepat Waktu
-
Mudik Lebaran 2026: Ada Kebijakan WFA untuk Urai Kemacetan 144 Juta Orang
-
Khofifah Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Surabaya Jelang Ramadhan
-
Khofifah Puji Peran Pesantren Bangkalan dalam Mencetak Generasi Qurani Berakhlak Mulia
Terpopuler
-
Kualitas Film Indonesia Sudah Sampai Sini! Film 'Pelangi di Mars' Tawarkan Kualitas Animasi Kelas Dunia
-
China Kecam Kebijakan Israel Terkait Izin Eliminasi Pejabat Tinggi Iran
-
Iran Tuntut Kompensasi dari UEA atas Serangan Amerika Serikat
-
Kemenag Papua: Nilai Nyepi Jadi Perekat Kerukunan di Bumi Cenderawasih
-
BGN Dorong Inovasi Menu MBG: Kualitas Bintang Lima dengan Harga Rp10 Ribu
Terkini
-
China Kecam Kebijakan Israel Terkait Izin Eliminasi Pejabat Tinggi Iran
-
Iran Tuntut Kompensasi dari UEA atas Serangan Amerika Serikat
-
Kemenag Papua: Nilai Nyepi Jadi Perekat Kerukunan di Bumi Cenderawasih
-
BGN Dorong Inovasi Menu MBG: Kualitas Bintang Lima dengan Harga Rp10 Ribu
-
Kemenham Desak Penuntasan Kasus Andrie Yunus, Soroti Koordinasi Polri dan TNI