Matamata.com - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran vital dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda Indonesia. Menurutnya, pesantren berhasil mengolaborasikan pendidikan agama, ilmu pengetahuan, teknologi, dan cinta tanah air dalam satu ekosistem.
"Pesantren mendidik anak-anak kita untuk paham agama, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, bahkan menanamkan nasionalisme. Nilai-nilai ini melekat kuat di pesantren," ujar Bahlil dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini memastikan pemerintah akan selalu hadir untuk mendukung kemajuan pesantren. Ia menyebutkan sejumlah program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang kini mulai menyasar lingkungan pesantren, di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Ini adalah bagian dari ikhtiar pemerintah. Tidak hanya untuk sekolah umum, tetapi santri-santri di pesantren juga harus merasakan manfaatnya," tegasnya.
Selain pemenuhan gizi, Bahlil secara khusus menyoroti akses beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ia meyakini kualitas santri tidak kalah bersaing dengan siswa sekolah umum, namun selama ini perhatian khusus terhadap jalur prestasi santri dinilai masih minim.
"Saya pikir (afirmasi LPDP) ini harus terus kita suarakan agar diambil keputusan yang tepat. Bagaimanapun, para santri adalah anak bangsa yang berhak mendapatkan kesempatan yang sama," pungjang Bahlil.
Melalui dorongan ini, Bahlil berharap ke depannya tidak ada lagi sekat antara pendidikan berbasis agama dan umum dalam hal akses fasilitas serta bantuan pemerintah, demi menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045. (Antara)
Berita Terkait
-
Komisi III DPR Terjemahkan Pesan Presiden Prabowo: Cegah 'Miscarriage of Justice' bagi Rakyat Kecil
-
Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Pemerintah Intensifkan Negosiasi dengan Iran
-
Jimly Asshiddiqie: Rekomendasi Reformasi Polri Segera Dilaporkan ke Presiden Prabowo
-
Gus Yahya: Presiden Prabowo Punya Posisi Strategis Mediasi Konflik Timur Tengah
-
Redam Dampak Konflik Global, Presiden Prabowo Perkuat Solidaritas Bersama Ulama
Terpopuler
-
Tragedi Longsor Bantargebang, DPR Desak Pemerintah Reformasi Total Tata Kelola Sampah
-
Vonis 15 Tahun dan Uang Pengganti Rp2,9 T, Anak Riza Chalid Ajukan Banding
-
Musim Hujan Tiba, BRIN Minta Pemda Audit Kesehatan Pohon di Ruang Publik
-
Komisi III DPR Terjemahkan Pesan Presiden Prabowo: Cegah 'Miscarriage of Justice' bagi Rakyat Kecil
-
Bahlil Lahadalia: Pesantren Adalah Benteng Nasionalisme dan IPTEK
Terkini
-
Tragedi Longsor Bantargebang, DPR Desak Pemerintah Reformasi Total Tata Kelola Sampah
-
Vonis 15 Tahun dan Uang Pengganti Rp2,9 T, Anak Riza Chalid Ajukan Banding
-
Musim Hujan Tiba, BRIN Minta Pemda Audit Kesehatan Pohon di Ruang Publik
-
Komisi III DPR Terjemahkan Pesan Presiden Prabowo: Cegah 'Miscarriage of Justice' bagi Rakyat Kecil
-
Gus Yaqut Optimistis Menang Praperadilan Lawan KPK di Kasus Kuota Haji