Matamata.com - Badan Gizi Nasional (BGN) berkomitmen meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperketat standar operasional prosedur (SOP) di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah tegas ini diambil sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto guna memastikan program prioritas nasional tersebut memenuhi standar kualitas yang ketat.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 760 dari total 1.030 SPPG yang berstatus penghentian sementara (suspend). Ratusan satuan pelayanan tersebut tengah menjalani proses perbaikan dan evaluasi karena belum memenuhi persyaratan teknis maupun operasional.
"Presiden menekankan bahwa seluruh SPPG yang belum memenuhi standar harus dihentikan sementara operasionalnya hingga dilakukan perbaikan menyeluruh. Hal ini penting untuk memastikan kualitas layanan MBG tetap terjaga dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," ujar Dadan di Jakarta, Selasa (31/3).
Dadan menjelaskan, ada beberapa faktor krusial yang mendasari suspensi tersebut. Di antaranya adalah belum dimilikinya Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS), ketiadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga ketidaksesuaian porsi makanan dengan standar gizi yang telah ditetapkan.
Selain kendala teknis, BGN juga menyoroti temuan di lapangan terkait penyajian menu selama bulan Ramadhan yang dinilai terlalu minimalis. Hal ini sempat memicu persepsi negatif di masyarakat, sehingga menjadi poin evaluasi utama dalam perbaikan layanan.
BGN menegaskan bahwa penyelenggaraan Program MBG wajib mengedepankan prinsip penyajian makanan segar (fresh food). Porsi yang diberikan pun harus sesuai dengan standar gizi dan kebutuhan penerima manfaat.
Saat ini, proses pembinaan terus dilakukan secara berkelanjutan. BGN menargetkan SPPG yang sedang ditangguhkan dapat segera beroperasi kembali setelah kualitas layanannya dipastikan aman dan sesuai ketentuan.
Melalui pengetatan standar ini, diharapkan kepercayaan publik terhadap program nasional ini semakin kuat seiring dengan meningkatnya status gizi masyarakat. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
PDIP Tegaskan Posisi Politik Penyeimbang Pemerintahan Prabowo Subianto
-
KPK Pastikan Tak Duplikasi Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis yang Ditangani Kejagung
-
Libur Sekolah 2026, Makan Bergizi Gratis di Depok Dihentikan Sementara
-
Hendropriyono Ingatkan Masyarakat Waspadai Provokasi dan Upaya Adu Domba
-
Kejagung Sita Alphard Milik Tersangka Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis
Terpopuler
-
Komunitas Rider Kalisari R2L, Gelar Touring Kebersamaan ke Bogor
-
Ingin Karyanya Lebih Bernyawa, Anggia Novita Optimistis Produseri Soundtrack Film 'Juminten Edan'
-
Pupuk Indonesia Sediakan 6 Mobil Uji Tanah Gratis di Sumatera demi Ketahanan Pangan
-
Sepakat Berkolaborasi! Hard Lights, BEAUZ, dan Solar State, Rilis Lagu 'Mad World'
-
Kuras Emosi! Auzan Noh dan Syakir Daulay Kompak Bintangi Film 'Dua Nafas'
Terkini
-
Pupuk Indonesia Sediakan 6 Mobil Uji Tanah Gratis di Sumatera demi Ketahanan Pangan
-
PDIP Tegaskan Posisi Politik Penyeimbang Pemerintahan Prabowo Subianto
-
Susunan Pemain Turki vs Paraguay Piala Dunia 2026: Arda Guler Starter
-
KPK Pastikan Tak Duplikasi Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis yang Ditangani Kejagung
-
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri Usai Ditangkap, Kuasa Hukum Buka Suara