Matamata.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan seluruh stok beras yang sebelumnya disiagakan di berbagai bandara dan pelabuhan telah ditarik kembali ke gudang. Langkah ini diambil menyusul normalnya distribusi pangan pascabencana banjir di wilayah Sumatera.
"Sudah ditarik semua ke gudang. Yang tadinya di tiap bandara kami stok minimal 30 ton, sekarang sudah ditarik karena kondisi sudah normal," ujar Rizal usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Penarikan stok darurat ini dilakukan setelah situasi di wilayah terdampak bencana dinilai stabil. Sebelumnya, Bulog menyiagakan 30 hingga 50 ton beras di setiap bandara dan pelabuhan di Sumatera untuk mengantisipasi dampak banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025 lalu.
Rizal menjelaskan, penempatan stok di titik transportasi utama tersebut bertujuan agar bantuan pangan bisa segera diterbangkan jika jalur darat terputus. Salah satu wilayah yang sempat terisolasi adalah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Selama masa darurat tersebut, Bulog bahkan mengoperasikan gudang selama 24 jam penuh.
Saat ini, Bulog memastikan kebutuhan logistik mulai dari beras, minyak goreng, hingga gula di daerah bekas bencana telah terpenuhi dengan baik. Fenomena belanja berlebihan akibat panik (panic buying) yang sempat terjadi di beberapa titik kini sudah tidak ditemukan lagi.
"Insya Allah kebutuhan logistik di daerah bencana cukup terpenuhi. Kondisinya sudah landai. Tidak ada lagi masyarakat yang panic buying seperti di Aceh Tengah kemarin. Sekarang sudah aman," pungkas Rizal. (Antara)
Berita Terkait
-
Menpora Erick Thohir: Nobar Piala Dunia 2026 Gerakkan Ekonomi dan UMKM
-
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di 37 Provinsi, Targetkan Biaya Logistik Turun
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG, Bahan Baku Plastik, dan Suku Cadang Pesawat
-
Mendag Siapkan Rencana Naikkan Distribusi Minyakita via BUMN Pangan hingga 50 Persen
-
Pupuk Indonesia Sediakan 6 Mobil Uji Tanah Gratis di Sumatera demi Ketahanan Pangan
Terpopuler
-
Chapter Jogja 2026 Hadirkan Ruang Pertemuan Seni, Komunitas, dan Pasar dalam Satu Ekosistem
-
Luhut Sarankan Badan Gizi Nasional Sempurnakan Program Makan Bergizi Gratis secara Bertahap
-
Prabowo Umumkan Peluncuran B50 Juli 2026, Targetkan RI Swasembada Energi
-
Presiden Prabowo di Penas KTNA XVII Gorontalo: Petani dan Nelayan Tulang Punggung RI
-
Anggaran Irigasi Pertanian 2026: Wamentan Sudaryono Targetkan Swasembada Pangan
Terkini
-
Luhut Sarankan Badan Gizi Nasional Sempurnakan Program Makan Bergizi Gratis secara Bertahap
-
Prabowo Umumkan Peluncuran B50 Juli 2026, Targetkan RI Swasembada Energi
-
Presiden Prabowo di Penas KTNA XVII Gorontalo: Petani dan Nelayan Tulang Punggung RI
-
Anggaran Irigasi Pertanian 2026: Wamentan Sudaryono Targetkan Swasembada Pangan
-
Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Harus Bebas Perpeloncoan dan Trauma