Matamata.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti resmi melepas 150 alumni Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) untuk bertugas di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Para alumni ini tergabung dalam Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital yang berfokus mempercepat transformasi digital di sekolah dasar.
Wapres Gibran menegaskan bahwa teknologi bukan sekadar alat bantu, melainkan penentu arah masa depan pendidikan Indonesia. Ia meminta agar kesenjangan digital di dunia pendidikan segera dijembatani melalui aksi nyata di lapangan.
"Jika pembelajaran terasa membosankan, kita harus menemukan metode yang lebih menarik. Semua harus bisa dibuat menyenangkan," ujar Gibran dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (4/4/2026).
Gibran secara khusus menyoroti keberadaan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital bantuan Presiden di daerah. Ia berharap para pejuang digital ini dapat mendampingi guru dan siswa dalam memanfaatkannya agar proses belajar lebih efektif.
Lebih lanjut, Wapres memberikan pesan mendalam mengenai esensi beasiswa negara. Menurutnya, beasiswa bukanlah hadiah yang berakhir saat wisuda.
"Ketika negara telah berinvestasi pada seseorang, saatnya investasi itu dikembalikan. Bukan dalam bentuk laporan, melainkan lewat dampak yang dirasakan langsung oleh siswa di daerah yang kadang luput dari perhatian," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama LPDP Sudarto menyatakan bahwa keberhasilan program beasiswa tidak lagi diukur hanya dari angka lulusan atau indeks prestasi semata. Kontribusi nyata dalam menjawab masalah di lapangan menjadi indikator utama.
"Yang terpenting adalah memastikan para alumni kembali dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Sudarto.
Program Alumni Pejuang Digital ini merupakan bentuk kolaborasi antara LPDP dengan Kemendikdasmen. Melalui program ini, para alumni akan mengawal pemanfaatan teknologi digital guna memastikan pemerataan kualitas pendidikan tidak lagi sekadar menjadi slogan, melainkan kenyataan hingga pelosok negeri. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Mendikdasmen Abdul Muti Dijadwalkan Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel di Makassar
-
Bahlil Lahadalia: Pesantren Adalah Benteng Nasionalisme dan IPTEK
-
Kunjungi Rancaekek, Wapres Gibran Ingatkan Etika dan Nalar Kritis dalam Penggunaan AI
-
LPDP Hitung Total Pengembalian Dana Beasiswa Alumni AP, Termasuk Bunga
-
Wapres Gibran Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Pastikan Pendidikan dan RS Beroperasi
Terpopuler
-
Menag Nasaruddin Umar Ucapkan Selamat Paskah 2026, Ajak Umat Doakan Kedamaian Bangsa
-
Wapres Gibran Lepas 150 Alumni LPDP Pejuang Digital ke Wilayah 3T
-
Polisi Ungkap Motif Penyiraman Air Keras di Bekasi, Pelaku Dendam Sejak 2018
-
Kemensos Salurkan Bantuan Rp11,70 Miliar untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Agam
-
KPK Usut Aliran Uang Pendaftaran Perangkat Desa dalam Kasus Bupati Pati Sudewo
Terkini
-
Menag Nasaruddin Umar Ucapkan Selamat Paskah 2026, Ajak Umat Doakan Kedamaian Bangsa
-
Polisi Ungkap Motif Penyiraman Air Keras di Bekasi, Pelaku Dendam Sejak 2018
-
Kemensos Salurkan Bantuan Rp11,70 Miliar untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Agam
-
KPK Usut Aliran Uang Pendaftaran Perangkat Desa dalam Kasus Bupati Pati Sudewo
-
Muhaimin Iskandar Ajak BUMN Fasilitasi PMI ke Jepang Lewat Program SMK Go Global