Matamata.com - Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia menyalurkan bantuan senilai Rp11,70 miliar bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bantuan tersebut diserahkan secara resmi pada Jumat (3/4/2026).
Bupati Agam, Benni Warlis, merinci bahwa total bantuan tersebut terbagi ke dalam tiga kategori utama. Pertama, bantuan jaminan hidup (jadup) sebesar Rp11,06 miliar yang dialokasikan bagi 8.195 jiwa dari 2.297 kepala keluarga.
"Setiap jiwa menerima Rp1.450.000 untuk jangka waktu tiga bulan, atau setara dengan Rp15.000 per hari," ujar Benni Warlis di Lubuk Basung, Jumat.
Kedua, bantuan berupa santunan ahli waris tahap dua untuk delapan jiwa dengan total Rp120 juta (Rp15 juta per korban). Ketiga, santunan bagi 105 korban luka-luka sebesar Rp525 juta, di mana setiap penerima mendapatkan Rp5 juta.
Benni menjelaskan bahwa bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meringankan beban ekonomi warga pascabencana. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat atas respons cepat yang diberikan.
"Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Bukan sekadar materi, tetapi penyemangat bagi warga terdampak untuk bangkit kembali," lanjutnya.
Benni menambahkan, proses verifikasi data masih terus berjalan untuk penyaluran tahap berikutnya. Ia menekankan bahwa nominal yang diterima setiap keluarga bergantung pada jumlah anggota keluarga yang terdaftar. Jika satu keluarga terdiri dari tiga orang, maka mereka mendapatkan jaminan hidup sebesar Rp45.000 per hari.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengenang kepedulian pimpinan nasional saat bencana terjadi. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta jajaran menteri dan TNI/Polri telah turun langsung meninjau kondisi di Agam.
Menutup keterangannya, Benni mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Pemerintah daerah sendiri telah menyediakan hunian sementara sebagai bagian dari upaya maksimal pemulihan pascabencana.
"Kita tidak menginginkan adanya korban lagi. Fokus kita saat ini adalah pemulihan total bagi warga terdampak," pungkasnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Satgas PRR: Penyaluran Bantuan Jaminan Hidup Pascabencana Sumatera Berbasis Data Lapangan
-
Kuasai 80 Persen Pasar Dunia, Gambir Sumbar Akhirnya Punya Pabrik Pengolahan Sendiri
-
Kemensos Kaji Penebalan Bansos 2026 untuk Jaga Daya Beli, Cair Pekan Ketiga April
-
DPR Ingatkan Kemensos: Verifikasi Bansos Harus Matang, Jangan Sampai Dana Mengendap di Bank
-
Mensos Saifullah Yusuf Ancam Pecat ASN dan PPPK Kemensos yang Tidak Disiplin
Terpopuler
-
Viral! Diduga Istri Ahmad Sahroni, Feby Belinda Selingkuh dengan Yoyo 'Padi'
-
Ekspor CPO Indonesia 2026 Naik Pesat, Hilirisasi Jadi Kunci Dominasi Pasar Global
-
Kumpulkan Ketua DPRD se-Indonesia di Magelang, Prabowo: Kita Semua di Tenda Ini Adalah Patriot!
-
Menhaj Irfan Yusuf Lantik PPIH Embarkasi 2026: Layanan Haji Harus Inklusif dan Anti-Diskriminasi
-
Menko Pangan Dorong Hilirisasi dan Riset Kampus guna Perkuat Ketahanan Nasional
Terkini
-
Ekspor CPO Indonesia 2026 Naik Pesat, Hilirisasi Jadi Kunci Dominasi Pasar Global
-
Kumpulkan Ketua DPRD se-Indonesia di Magelang, Prabowo: Kita Semua di Tenda Ini Adalah Patriot!
-
Menhaj Irfan Yusuf Lantik PPIH Embarkasi 2026: Layanan Haji Harus Inklusif dan Anti-Diskriminasi
-
Menko Pangan Dorong Hilirisasi dan Riset Kampus guna Perkuat Ketahanan Nasional
-
Program Makan Bergizi Gratis BGN: Berdayakan UMKM dan Bumdes di Daerah Bencana Aceh