Matamata.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan bahwa program Sekolah Rakyat siap meluluskan angkatan pertamanya sebanyak 453 siswa pada tahun ini. Para lulusan dari berbagai jenjang pendidikan tersebut nantinya akan diarahkan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi maupun langsung memasuki dunia kerja sebagai tenaga terampil.
"Tahun ini, yang merupakan tahun pertama operasional, kita akan meluluskan 453 siswa Sekolah Rakyat. Ini adalah anak-anak yang sudah melalui proses asesmen dan pendampingan, serta dinilai siap mengikuti ujian akhir di tingkat SD, SMP, maupun SMA," ujar Mensos Saifullah Yusuf dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Secara rinci, lulusan perdana ini terdiri atas 329 siswa SD, 113 siswa SMP, dan 11 siswa SMA.
Sebagai langkah tindak lanjut bagi lulusan tingkat SMA, Kementerian Sosial (Kemensos) telah memberikan bimbingan intensif. Dari total 11 lulusan SMA, lima siswa berencana melanjutkan ke perguruan tinggi, empat siswa bersiap mengikuti seleksi TNI, dan dua siswa lainnya masih dalam tahap pertimbangan untuk menentukan arah pendidikan tinggi mereka.
"Hal ini penting kami sampaikan karena sesuai dengan arahan Presiden. Setiap lulusan Sekolah Rakyat harus menempuh salah satu dari dua jalur: pertama, melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas; kedua, menjadi pekerja terampil, baik di dalam maupun di luar negeri. Ini pilihan bagi mereka," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Mensos juga memaparkan capaian membanggakan para siswa Sekolah Rakyat yang berhasil menorehkan prestasi di berbagai tingkatan.
Tercatat, satu siswa berhasil mengukir prestasi di tingkat internasional, 162 siswa di tingkat nasional, 87 siswa di tingkat provinsi, dan 75 siswa di tingkat kabupaten/kota.
Melihat respons positif tersebut, pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas tampung Sekolah Rakyat secara bertahap.
Gus Ipul menjelaskan, Kemensos menargetkan kuota 46 ribu siswa pada tahun ini. Target tersebut akan ditopang oleh penambahan alokasi sekitar 32 ribu siswa baru pada penerimaan Juli 2026 mendatang.
Pemerintah juga telah menyusun peta jalan (roadmap) jangka panjang untuk program ini:
- Tahun 2027: Target 100 ribu siswa.
- Tahun 2028: Target 200 ribu siswa.
- Tahun 2029: Target 400 ribu siswa.
- Tahun 2030: Target akumulatif 500 ribu siswa di seluruh Indonesia.
Untuk mendukung target masif tersebut, pemerintah berencana membangun satu gedung permanen Sekolah Rakyat di setiap kabupaten/kota. Setiap gedung dirancang ramah anak dan diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Tag
Berita Terkait
-
Bernilai Rp10,1 Miliar, Kemensos Lelang 6,2 Kg Emas dan Mutiara untuk Bantu Keluarga Rentan
-
Usut Dugaan Markup Sepatu Sekolah, Mensos Copot Dua Pejabat Kemensos
-
Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat, Gus Ipul Konsultasi ke KPK
-
Mensos Bentuk Tim Khusus dan Gandeng KPK Usut Polemik Pengadaan Barang
-
Revitalisasi Sekolah 2026: Mendikdasmen Kucurkan Rp2,6 Triliun dan Gandeng Starlink
Terpopuler
-
Ketika Semesta Qodrat Menyambut Lahirnya Teror Badut Gendong, yang Siap Mengoyak Jagat Sinematik Horor Indonesia!
-
Menbud Fadli Zon: Iduladha Perkuat Solidaritas Sosial dan Budaya Gotong Royong
-
BGN dan Polri Usut Penipuan Jual-Beli Titik SPPG Makan Bergizi Gratis
-
Presiden Prabowo Sumbang Sapi Kurban 1,2 Ton untuk Korban Banjir Dayeuhkolot
-
Ratusan Warga Nagarawangi bersama Lifebuoy Gelar Zumba, UMKM hingga Games di Tasikmalaya
Terkini
-
Menbud Fadli Zon: Iduladha Perkuat Solidaritas Sosial dan Budaya Gotong Royong
-
BGN dan Polri Usut Penipuan Jual-Beli Titik SPPG Makan Bergizi Gratis
-
Presiden Prabowo Sumbang Sapi Kurban 1,2 Ton untuk Korban Banjir Dayeuhkolot
-
Menag Pastikan Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Istiqlal Ramah Lingkungan
-
Presiden Prabowo Beli Sapi Limousin 950 Kg dari Peternak PPU untuk Kurban Iduladha