Matamata.com - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono membantah tudingan bahwa dirinya beserta rombongan melarikan diri saat forum dialog bersama mahasiswa di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, berakhir tidak kondusif pada Senin (15/6).
Kehadiran Sudaryono di UGM turut didampingi oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko. Ia menegaskan, kedatangan mereka murni untuk membuka ruang diskusi terbuka dan demokratis terkait kebijakan pemerintah.
"Kami datang ke UGM memang untuk berdiskusi. Acara ini sudah direncanakan sejak lama, mendapat izin dari kampus, dan kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk bertanya maupun mengkritik," kata Sudaryono di Jakarta, Selasa (16/6).
Menurut Sudaryono, diskusi awalnya berjalan lancar selama kurang lebih 40 menit. Namun, di tengah acara, terdapat sekelompok peserta yang menuntut agar forum dihentikan, padahal sebagian besar mahasiswa masih ingin berdialog. Situasi kemudian memanas hingga diwarnai aksi pelemparan botol air mineral dan dugaan kontak fisik.
Karena kondisi dinilai tidak lagi aman, pihak keamanan menyarankan rombongan untuk keluar dari lokasi. Meski demikian, Sudaryono menepis anggapan bahwa ia menghindari mahasiswa.
"Kalau ada yang mengatakan kami kabur, itu tidak tepat. Saat mobil kami dicegat, kami justru keluar lagi dan duduk bersila di aspal untuk melanjutkan dialog," tegasnya.
Dalam diskusi spontan di jalan tersebut, sejumlah mahasiswa sempat menyampaikan kritik terkait isu pertanahan dan dugaan penggusuran. Merespons hal itu, Sudaryono berjanji akan memverifikasi langsung setiap persoalan di lapangan.
Ia juga menggarisbawahi bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjunjung tinggi demokrasi dan selalu terbuka terhadap kritik konstruktif.
Menutup keterangannya, Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa yang kehilangan kesempatan berdialog secara optimal akibat insiden tersebut. Pihaknya menyatakan siap jika diundang kembali untuk melanjutkan diskusi di masa mendatang. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Tembus Rp5 Triliun! Mentan Amran Genjot Cetak Sawah 80 Ribu Hektare di Papua
-
Kementerian PKP Manfaatkan Lahan ATR/BPN untuk Rusun dan Kota Satelit
-
Apkasindo Dukung Ekspor Satu Pintu DSI, Minta Harga TBS Sawit Segera Dipulihkan
-
Wamentan Sudaryono: Produksi Pangan Dalam Negeri Naik, Impor Beras Ditutup Rapat
-
Wamentan: Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Serapan Komoditas Pertanian dan Investasi Pangan
Terpopuler
-
Wamentan Sudaryono Klarifikasi Insiden UGM, Bantah Kabur dari Forum Dialog Mahasiswa
-
MK Targetkan Putusan Gugatan Anggaran Makan Bergizi Gratis Rampung Juli 2026
-
Kementerian ESDM Terima Pagu Indikatif Rp27,33 Triliun untuk Anggaran 2027
-
Jubir Kementerian ESDM Bantah Narasi Hoaks yang Samakan Pertamax dengan Solar
-
Jaga Solidaritas! Kader Posyandu Mawar 1 Kalisari, Gelar Darmawisata Hangat di Kebunsu Bogor
Terkini
-
MK Targetkan Putusan Gugatan Anggaran Makan Bergizi Gratis Rampung Juli 2026
-
Kementerian ESDM Terima Pagu Indikatif Rp27,33 Triliun untuk Anggaran 2027
-
Jubir Kementerian ESDM Bantah Narasi Hoaks yang Samakan Pertamax dengan Solar
-
Menteri ESDM Usul Anggaran Kompor Listrik Rp815 Miliar di RAPBN 2027
-
Bea Cukai Gagalkan 11.542 Kasus Barang Ilegal Senilai Rp7,71 Triliun