Matamata.com - Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, membantah keras narasi viral yang mengeklaim dirinya menyamakan Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dengan BBM bersubsidi jenis Solar.
Pernyataan tersebut menanggapi sebuah unggahan di platform media sosial Threads yang mencatut foto Dwi Anggia. Unggahan itu menyertakan teks tiruan berbunyi: "Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter. Dwi Anggia, selaku Jubir Menteri ESDM: Ada Solar Yang Murah Pakai Itu Saja. Sama-Sama BBM kan?". Gambar tersebut juga menggunakan logo yang memanipulasi media nasional menjadi "Kompos.corn".
"Ini berita bohong dan fitnah. Saya tidak pernah mengeluarkan statement seperti ini. Ada pihak yang sengaja menyalahgunakan foto saya dan menempelnya dengan caption hoaks," kata Dwi Anggia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Dwi menegaskan bahwa konten tersebut murni disinformasi yang sengaja dibuat untuk memprovokasi masyarakat. Ia juga membuka peluang untuk menempuh jalur hukum terhadap pihak yang menyebarkan fitnah tersebut.
"Sekali lagi, itu adalah hoaks dan fitnah. Semoga masyarakat bisa lebih cerdas dan lebih bijak menyerap informasi yang beredar di media sosial. Penyebar fitnah ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum karena telah memprovokasi kemarahan publik," tegasnya.
Isu hoaks ini merebak usai PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter per 10 Juni 2026.
Pertamina menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah selaku regulator. Langkah evaluasi berkala ini terpaksa diambil dengan mempertimbangkan fluktuasi harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian saat ini.
Meski ada penyesuaian pada lini nonsubsidi, Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter dan Solar subsidi bertahan di Rp6.800 per liter. (Antara)
Berita Terkait
-
Bikin Mesin Awet, Begini Cara Pertamina Saring Zat Pengotor Cetak BBM Standar Euro 4
-
Pertamina Jamin Stok Pertalite Aman dan Distribusi di SPBU Normal
-
Harga Pertamax Naik: Ekonom Desak Bansos Tunai Digital demi Jaga Daya Beli
-
Harga Pertamax Naik Per 10 Juni 2026, Ini Insentif yang Disiapkan Pemerintah
-
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Menko Cak Imin Minta Masyarakat Tetap Tenang
Terpopuler
-
Jubir Kementerian ESDM Bantah Narasi Hoaks yang Samakan Pertamax dengan Solar
-
Jaga Solidaritas! Kader Posyandu Mawar 1 Kalisari, Gelar Darmawisata Hangat di Kebunsu Bogor
-
Menteri ESDM Usul Anggaran Kompor Listrik Rp815 Miliar di RAPBN 2027
-
Bea Cukai Gagalkan 11.542 Kasus Barang Ilegal Senilai Rp7,71 Triliun
-
Danantara Sebut Koreksi Pasar Modal 40 Persen Jadi Pemicu Aksi Beli Investor Asing
Terkini
-
Menteri ESDM Usul Anggaran Kompor Listrik Rp815 Miliar di RAPBN 2027
-
Bea Cukai Gagalkan 11.542 Kasus Barang Ilegal Senilai Rp7,71 Triliun
-
Danantara Sebut Koreksi Pasar Modal 40 Persen Jadi Pemicu Aksi Beli Investor Asing
-
Kejagung Setor Pemulihan Aset Rp1,029 Triliun ke Kemenkeu, Ada dari Eddy Tansil
-
Bikin Mesin Awet, Begini Cara Pertamina Saring Zat Pengotor Cetak BBM Standar Euro 4