Elara | MataMata.com
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno ketika dijumpai di Kantor BP BUMN, Jakarta, Selasa (12/5/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri/pri.

Matamata.com - Pemerintah resmi menetapkan pagu indikatif Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun anggaran 2027 sebesar Rp27,33 triliun. Ketetapan ini bersumber dari Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa mayoritas dari total pagu indikatif tersebut akan dialokasikan langsung untuk sektor produktif.

"Sebesar Rp22,48 triliun atau sekitar 82 persen dialokasikan untuk program strategis dan infrastruktur sektor energi," ujar Tri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (15/6).

Sementara itu, sisa anggaran akan dibagi untuk dua kebutuhan lain. Sebanyak Rp1,3 triliun (5 persen) dialokasikan untuk kegiatan publik nonfisik, dan Rp3,56 triliun (13 persen) dialokasikan untuk belanja operasional.

Rincian Anggaran per Unit Eselon I
Pagu indikatif tersebut kemudian didelegasikan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) 2027 berdasarkan unit eselon I di lingkungan Kementerian ESDM. Berikut rinciannya:

  • Ditjen Minyak dan Gas Bumi: Rp11,35 triliun
  • Ditjen Ketenagalistrikan: Rp10,46 triliun
  • Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE): Rp1,8 triliun
  • BPSDM: Rp881,43 miliar
  • Badan Geologi: Rp749,49 miiliar
  • Ditjen Mineral dan Batubara: Rp702 miliar
  • Sekretariat Jenderal: Rp532,75 miliar
  • BPH Migas: Rp474,43 miliar
  • Inspektorat Jenderal: Rp124,46 miliar
  • Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA): Rp105,31 miliar
  • Ditjen Penegakan Hukum: Rp86,38 miliar
  • Dewan Energi Nasional: Rp78,6 miliar

Proyek Infrastruktur Energi Prioritas 2027

Kementerian ESDM juga telah memetakan sejumlah program infrastruktur prioritas yang akan dibiayai oleh anggaran 2027, di mana sebagian besar menggunakan skema kontrak tahun jamak (multiyears contract):

Infrastruktur Gas Bumi:

  • Pembangunan pipa gas bumi Dumai–Sei Mangkei (Dusem) (2025–2027): Rp3,9 triliun.
  • Pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) untuk 959.232 sambungan (2026–2028): Rp5,2 triliun.
  • Pipa transmisi gas Semarang–Solo–Yogyakarta (2026–2028): Rp702,3 miliar.
  • Pipa transmisi gas Cirebon–Bandung (2026–2028): Rp577 miliar.

Ketenagalistrikan dan Listrik Desa:

  • Program Listrik Desa (skema multiyears): Total Rp9,7 triliun. Terbagi untuk 3.054 lokasi (2026–2027) sebesar Rp8,77 triliun, dan 101 lokasi (2027–2028) sebesar Rp977,57 miliar.
  • Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk 250 ribu rumah: Rp520 miliar.
  • Pembangunan 3 unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) (2026–2027): Rp58,58 miliar.

Konversi dan Subsidasi Energi Netral:

  • Program konversi kompor listrik: Rp815 miiliar.
  • Program konversi motor listrik: Rp635 miiliar.
  • Pengadaan 4.000 paket konverter kit untuk petani: Rp158,5 miliar.

Selain proyek di atas, sektor riset dan maritim juga mendapatkan perhatian lewat rencana pembangunan satu unit kapal Geomarin V melalui kontrak tahun jamak dengan anggaran sebesar Rp100,86 miliar. (Antara)

Load More