Matamata.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyusun skema distribusi Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram. Pemerintah memastikan skema ini akan tetap terjangkau dan tidak membebani masyarakat, salah satunya dengan meniadakan kewajiban membeli tabung gas baru.
"Tabung itu milik badan usaha atau supplier gasnya. Jadi, skema yang sedang dibuat sekarang masyarakat tidak diharuskan beli tabung. Tabungnya pinjam," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, di sela-sela pergelaran IPA Convex di Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2025) malam.
Nantinya, pemerintah akan memberlakukan pembatasan alokasi tabung CNG 3 kg per rumah tangga. Mekanisme penukarannya pun akan mengadopsi pola distribusi LPG yang sudah berjalan saat ini, di mana masyarakat tinggal menukarkan tabung kosong saat gas habis.
Laode menjelaskan, fokus pemerintah dalam tiga bulan ke depan adalah menguji aspek keamanan tabung CNG 3 kg tersebut. Untuk melakukan uji kelayakan yang valid, dibutuhkan tabung riil dalam jumlah besar.
"Untuk bisa mendapatkan tabung yang riil, minimum kita harus pesan itu 100 ribu unit," ucap Laode.
Dalam masa penjajakan ini, calon badan usaha CNG 3 kg akan mengimpor 100 ribu unit tabung dari China untuk keperluan pengujian. Laode menegaskan bahwa pengadaan tabung tersebut murni dilakukan oleh pihak swasta atau calon badan usaha, bukan menggunakan anggaran pemerintah.
"Ini yang melakukan (impor) calon badan usahanya, ya. Bukan kami (Kementerian ESDM). Mereka yang sedang berproses sekarang," tegasnya.
Setelah aspek keamanan terpenuhi dan mengantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), pemerintah baru akan memulai proyek percontohan (piloting). Implementasi awal dijadwalkan menyasar kota-kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
"Bisa saja (implementasi awalnya) akhir-akhir tahun ini," tambah Laode.
Ditemui secara terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membenarkan bahwa uji coba untuk CNG ukuran 3 kilogram ini akan dilakukan di dua negara, yakni China dan Indonesia. Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang pemerintah untuk menekan ketergantungan pada impor energi.
"Pemerintah terus mengkaji penggunaan CNG sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram guna mengurangi ketergantungan impor energi. Oleh karena itu, uji coba akan terus dilakukan," kata Bahlil.
Sebenarnya, teknologi CNG bukan hal baru di Indonesia. Gas alam terkompresi ini sudah jamak digunakan di sektor perhotelan, restoran, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hanya saja, pemanfaatannya selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram.
Bahlil mengungkapkan, tantangan terbesar dalam memproduksi tabung CNG ukuran kecil (setara LPG 3 kg) terletak pada aspek teknis. Sebab, tekanan gas CNG jauh lebih tinggi dibanding LPG, yakni mencapai 200 hingga 250 bar, sehingga membutuhkan material tabung yang ekstra kuat dan aman.
Meski demikian, program ini dinilai sangat strategis lantaran CNG memiliki keunggulan dari sisi hulu. Seluruh bahan baku CNG tersedia melimpah di dalam negeri. Terlebih, pemerintah baru-baru ini menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang diproyeksikan penuh untuk memenuhi kebutuhan domestik. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Mentan Pastikan Implementasi B50 Tidak Ganggu Pasokan Minyak Goreng Domestik
-
Presiden Prabowo dan Menteri Bahlil Dorong Interkoneksi Listrik Lintas Negara ASEAN
-
Menteri ESDM Pastikan Minyak Mentah Rusia Segera Masuk ke Indonesia
-
Menteri ESDM Pastikan Pasokan Energi Nasional Stabil, Siapkan B50 untuk Tekan Impor
-
Bahlil hingga M. Qodari Buka Suara Soal Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Senin Ini
Terpopuler
-
Kementerian ESDM Matangkan Skema Distribusi CNG 3 Kg, Tabung Pakai Sistem Pinjam
-
KPK Dukung Program Makan Bergizi Gratis Lewat Penguatan Pencegahan Korupsi
-
Rampai Nusantara: Pidato Presiden Prabowo di DPR Jaga Optimisme dan Stabilitas Nasional
-
DPR Usul Anggaran 1.000 Bioskop Desa di APBN 2027 untuk Dorong PH Daerah
-
Menbud Fadli Zon Jajaki Kerja Sama Industri Kreatif dan Perfilman dengan Tiongkok
Terkini
-
KPK Dukung Program Makan Bergizi Gratis Lewat Penguatan Pencegahan Korupsi
-
Rampai Nusantara: Pidato Presiden Prabowo di DPR Jaga Optimisme dan Stabilitas Nasional
-
DPR Usul Anggaran 1.000 Bioskop Desa di APBN 2027 untuk Dorong PH Daerah
-
Menbud Fadli Zon Jajaki Kerja Sama Industri Kreatif dan Perfilman dengan Tiongkok
-
Target Investasi Pariwisata 2026 Rp63,5 Triliun, Kemenpar Fokus Sasar 13 Destinasi