Matamata.com - Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menargetkan perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan. Meski demikian, ia memastikan program yang sudah berjalan saat ini tidak akan terganggu selama proses evaluasi berlangsung.
"Target awal satu bulan ini harus selesai. Namun, tentu semua ada dinamikanya. Kami tekankan program yang sudah berjalan harus tetap berjalan, tidak boleh ada gangguan," ujar Prasetyo di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2025).
Prasetyo menjelaskan, salah satu fokus perbaikan tata kelola ini adalah mengevaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah tidak segan menutup SPPG yang terbukti tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP), atau memetakan ulang jika terjadi penumpukan (kelebihan) dapur MBG di satu wilayah.
"Pasti arahnya ke sana (penutupan), tetapi kami belum bisa memutuskan hari ini. Saat ini sedang ditata dan diinventarisasi kondisinya. Kami tidak bisa langsung mengambil kesimpulan hanya berdasarkan angka-angka, karena kondisi di lapangan berbeda-beda," jelasnya.
Lebih lanjut, Prasetyo menegaskan bahwa seluruh pendirian SPPG wajib mematuhi SOP yang berlaku. Ia juga menepis isu miring terkait afiliasi pemilik SPPG dengan partai politik tertentu. Menurutnya, siapa pun berhak mendirikan SPPG asalkan memenuhi standar baku pemerintah.
"Dasarnya bukan siapa pemiliknya, melainkan kepatuhan terhadap aturan main. Yang tidak boleh adalah melanggar aturan atau SOP yang sudah ditetapkan," tegas Prasetyo. (Antara)
Berita Terkait
-
Harga Pertamax Naik: Ekonom Desak Bansos Tunai Digital demi Jaga Daya Beli
-
Mentan Amran Usul Konsumsi Telur Makan Bergizi Gratis Naik 3 Kali Seminggu
-
Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi hingga 6,5 Persen di 2027
-
Tim Kepresidenan Rilis Buku 'Presiden Solusi', Dokumentasikan 108 Kebijakan Prabowo Subianto
-
DPR Dukung Moratorium Dapur Badan Gizi Nasional untuk Makan Bergizi Gratis
Terpopuler
-
Hubungan AS Iran Memanas, Teheran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan Donald Trump
-
Klarifikasi Raffi Ahmad Soal Namanya Terseret Kasus Blueray Cargo: Cuma Foto Bareng
-
Mensesneg Targetkan Perbaikan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis Rampung Sebulan
-
DPR Sahkan RUU Polri, Menteri Hukum Sebut Regulasi Baru Dukung Adaptasi Teknologi
-
Harga Pertamax Naik: Ekonom Desak Bansos Tunai Digital demi Jaga Daya Beli
Terkini
-
Hubungan AS Iran Memanas, Teheran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan Donald Trump
-
Klarifikasi Raffi Ahmad Soal Namanya Terseret Kasus Blueray Cargo: Cuma Foto Bareng
-
DPR Sahkan RUU Polri, Menteri Hukum Sebut Regulasi Baru Dukung Adaptasi Teknologi
-
Harga Pertamax Naik: Ekonom Desak Bansos Tunai Digital demi Jaga Daya Beli
-
Klaim AS Kendalikan Selat Hormuz, Trump: Semuanya Sudah Berakhir bagi Iran