Elara | MataMata.com
Arsip - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono ditemui usai Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Kehutanan dan Menteri Kelautan dan Perikanan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Matamata.com - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti meningkatkan serapan komoditas pertanian nasional. Selain menjadi solusi atas persoalan surplus pangan, program ini juga efektif mendorong investasi baru di sektor pangan.

Sudaryono mengungkapkan, program MBG memberikan dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi para petani lokal di berbagai daerah.

“Saya harus katakan atas nama petani bahwa MBG ini memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap serapan komoditas pertanian kita,” ujar Sudaryono dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Ia mencontohkan, sebelum program nasional ini berjalan, sejumlah komoditas sensitif seperti wortel, tomat, dan susu segar kerap mengalami kelebihan pasokan (oversupply) di pasar hingga berakhir terbuang. Kehadiran MBG kini menjadi pasar baru (new market) yang mampu menyerap berbagai komoditas pangan secara luas dan konsisten.

Lonjakan permintaan ini, lanjut Sudaryono, secara otomatis memicu gairah investasi di sektor peternakan, khususnya industri sapi perah.

“Saat ini mulai banyak yang masuk untuk berinvestasi. Sudah ada investasi di Brebes hingga 20.000 ekor sapi, kemudian ada juga komitmen investasi di Kalimantan Tengah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sudaryono menekankan bahwa multiplier effect dari MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, melainkan juga menggerakkan roda ekonomi di sektor pertanian dan perikanan, terutama di sekitar ekosistem dapur penyedia makanan.

Kendati berdampak positif, Wamentan tidak menampik adanya tantangan dan kekurangan dalam pelaksanaan program di lapangan. Oleh karena itu, Kementan berkomitmen untuk memperkuat fungsi pengawasan.

Ia menegaskan, seluruh dapur pengelola MBG wajib memprioritaskan penggunaan produk pertanian lokal demi mendukung perekonomian daerah setempat. Sudaryono bahkan meminta masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan pelanggaran di lapangan.

“Kami berharap apabila ada dapur MBG yang tidak membeli produk pertanian setempat agar dilaporkan. Kami akan berikan teguran keras supaya mereka menyerap hasil pertanian di sekitar wilayah tersebut,” tegas Sudaryono. (Antara)

Load More