Matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menekankan bahwa penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tepat sasaran. Ia meminta program ini memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput, terutama di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
"Dalam pelaksanaan perbaikan manajemen MBG yang dikelola oleh BGN (Badan Gizi Nasional), saya mengingatkan untuk mengacu pada Inpres Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Daerah tertinggal, kemiskinan ekstrem, dan kemiskinan harus menjadi prioritas yang diutamakan," ujar Menko Muhaimin di Jakarta, Jumat (12/6).
Menurut Muhaimin, data DTSEN memberikan dasar hukum dan faktual yang kuat bagi pemerintah. Dengan demikian, kelompok masyarakat yang paling membutuhkan dapat dipastikan menjadi penerima manfaat utama.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa pelaksanaan MBG harus selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem.
Muhaimin memaparkan ada dua aspek penting yang berkaitan langsung dengan implementasi program tersebut. Pertama, sasaran utama penerima manfaat MBG adalah masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Kedua, program ini harus diintegrasikan ke dalam ekosistem pemberdayaan ekonomi lokal.
"Manfaatnya tidak boleh hanya dirasakan sebagai bantuan konsumsi semata, tetapi juga harus membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat berpenghasilan rendah," tuturnya.
Lebih lanjut, Ketua Umum PKB ini optimistis bahwa perbaikan tata kelola yang sedang berjalan akan memperkuat keberhasilan program prioritas Presiden tersebut. Kombinasi antara tata kelola yang tepat dan kepemimpinan yang kuat di lapangan dinilai akan menjadi fondasi kokoh.
Muhaimin juga menggarisbawahi pentingnya menciptakan perilaku usaha baru dari rantai pasok program ini agar harga komoditas lokal tetap stabil.
Program MBG ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi di tingkat daerah melalui keterlibatan aktif para petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM lokal yang bertindak sebagai penyedia bahan pangan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Menko Zulhas: Piala Dunia 2026 Jadi Pemersatu Masyarakat dan Penggerak UMKM
-
Mensesneg Targetkan Perbaikan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis Rampung Sebulan
-
Harga Pertamax Naik: Ekonom Desak Bansos Tunai Digital demi Jaga Daya Beli
-
Mentan Amran Usul Konsumsi Telur Makan Bergizi Gratis Naik 3 Kali Seminggu
-
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Menko Cak Imin Minta Masyarakat Tetap Tenang
Terpopuler
-
Mendag: Pemerintah Beri Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kg Hadapi Gejolak Global
-
Ciara Brosnan hingga Jefan Nathanio, Kompak Dalami Peran Menantang di Sinetron 'Asmara Gen Z'
-
Menko Muhaimin: Makan Bergizi Gratis Prioritas untuk Masyarakat Miskin 3T
-
ARTJOG 2026 Angkat Tema Ars Longa: Generatio, Soroti Relasi Antargenerasi dalam Seni
-
AS Belum Undang Putin ke KTT G20 di Miami, Kemlu Rusia Buka Suara
Terkini
-
Mendag: Pemerintah Beri Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kg Hadapi Gejolak Global
-
AS Belum Undang Putin ke KTT G20 di Miami, Kemlu Rusia Buka Suara
-
Prabowo Perintahkan Mendikdasmen Bentuk Tim Evaluasi Buku Pelajaran Sekolah
-
Prabowo Perintahkan Menteri ESDM Cari Energi Alternatif, Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap
-
Tembus Rp5 Triliun! Mentan Amran Genjot Cetak Sawah 80 Ribu Hektare di Papua