Matamata.com - Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar lelang terbuka aset berupa logam mulia dan perhiasan emas seberat 6,2 kilogram serta ratusan perhiasan mutiara. Total nilai limit lelang barang-barang berharga tersebut mencapai lebih dari Rp10,1 miliar, yang hasilnya akan digunakan untuk membantu keluarga rentan.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa seluruh barang berharga tersebut merupakan barang milik negara. Aset ini berasal dari Hadiah Tidak Tertebak (HTT) dan Hadiah Tidak Diambil Pemenangnya (HTDP) dalam penyelenggaraan Undian Gratis Berhadiah (UGB) sejak tahun 2008.
"Barang-barang ini dikumpulkan sesuai aturan yang berlaku dan diserahkan ke Kemensos. Nilai limit lelang keseluruhan yang ditetapkan adalah sebesar Rp10.176.929.000," ujar Saifullah di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Secara rinci, komoditas berharga yang dilelang terdiri atas 738 keping logam mulia dengan berat total 3.230 gram, 832 keping perhiasan emas seberat 2.967 gram, serta 756 pasang perhiasan mutiara.
Saifullah menegaskan, seluruh dana yang dihimpun dari lelang terbuka ini akan dialokasikan penuh untuk mendanai berbagai program kesejahteraan sosial. Fokus utamanya adalah intervensi bagi keluarga rentan dan prasejahtera.
"Hasilnya sepenuhnya untuk membantu keluarga-keluarga yang memang secara nyata membutuhkan bantuan. Baik itu untuk pembangunan rumah supaya lebih layak huni, maupun bantuan usaha sebagai dukungan agar mereka bisa lebih mandiri secara ekonomi," tegasnya.
Proses lelang dilakukan secara transparan untuk masyarakat umum melalui skema daring (online). Pendaftaran lelang telah dibuka sejak 13 Mei dan akan ditutup pada 25 Mei 2026 pukul 14.35 waktu server aplikasi lelang. Sementara itu, tahapan penjelasan lelang (aanwijzing) dijadwalkan berlangsung pada Kamis (21/5) siang melalui aplikasi pertemuan virtual.
Saifullah berharap lelang ini dapat menarik minat banyak peserta dari masyarakat luas. Dengan begitu, nilai akhir penjualan dapat terdongkrak melampaui nilai limit dasar, sehingga alokasi dana bantuan sosial yang disalurkan ke daerah menjadi semakin optimal. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Mensos Tegaskan Pelaku Korupsi di Kemensos Bakal Dikejar hingga Pensiun
-
Usut Dugaan Markup Sepatu Sekolah, Mensos Copot Dua Pejabat Kemensos
-
Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat, Gus Ipul Konsultasi ke KPK
-
Mensos Bentuk Tim Khusus dan Gandeng KPK Usut Polemik Pengadaan Barang
-
Mensos: Angkatan Pertama Sekolah Rakyat Siap Luluskan 453 Siswa Tahun Ini
Terpopuler
-
Lewat Lagu 'Jangan Ngebut', Cantika Davinca ungkap Kegelisahan Cinta
-
Atasi Penumpukan Kontainer Tanjung Priok, Menkeu Purbaya Desak Regulasi Denda Importir
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Melalui Lagu 'Aku Bisa', Rucky Markiano Bangkit dari Luka dan Keterpurukan
Terkini
-
Atasi Penumpukan Kontainer Tanjung Priok, Menkeu Purbaya Desak Regulasi Denda Importir
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
-
John Herdman Bangga Mathew Baker Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia