Matamata.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf resmi membentuk tim khusus untuk mendalami isu pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos). Langkah ini diambil menyusul adanya informasi yang menjadi polemik dan perbincangan hangat di media sosial.
"Hari ini kami membentuk tim khusus untuk mendalami isu-isu pengadaan yang berkembang di berbagai pemberitaan dan media sosial," ujar Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Mensos menunjuk Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono dan Inspektur Jenderal (Irjen) Kemensos untuk memimpin langsung tim tersebut. Fokus utama penelusuran ini adalah mendapatkan gambaran utuh terkait proses pengadaan, terutama mengenai penyediaan sepatu bagi siswa Sekolah Rakyat.
"Saya meminta Pak Wamen dan Pak Irjen melakukan penelusuran dan pendalaman. Hasilnya harus dilaporkan pekan depan," tegas pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.
Menurutnya, pembentukan tim ini bertujuan untuk memberikan kejelasan kepada publik. Ia menyadari bahwa informasi yang beredar di media sosial perlu diklarifikasi agar tidak terjadi simpang siur.
"Supaya kita mendapatkan gambaran utuh. Sebab, berita itu kadang benar semua, tapi kadang hanya separuh benar," tambahnya.
Audiensi ke KPK Selain langkah internal, Mensos dijadwalkan menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (8/5/2026) pagi. Audiensi tersebut bertujuan untuk berkonsultasi sekaligus memaparkan prosedur pengadaan barang dan jasa di Kemensos agar tetap sesuai dengan koridor hukum.
"Kami bersama Pak Wamen dan Pak Sekjen akan bersilaturahmi ke KPK untuk meminta nasihat serta masukan. Kami juga akan memberikan informasi detail mengenai proses pengadaan di lingkungan Kementerian Sosial, termasuk program Sekolah Rakyat," tutup Mensos. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Menkum Supratman Ingatkan ASN Tak Main-main dengan Layanan Publik Usai Rentetan Kasus Korupsi
-
Yusril Dukung KPK Usut Kasus Korupsi Imigrasi Rp145,5 M yang Seret Silmy Karim
-
Mensos Tegaskan Pelaku Korupsi di Kemensos Bakal Dikejar hingga Pensiun
-
Respons KPK Terkait Instruksi Presiden Prabowo Soal Penguatan Anggaran Pemberantasan Korupsi
-
KPK Duga Wamen Imigrasi Silmy Karim Terima Uang Pemerasan Sejak Menjabat Dirjen
Terpopuler
-
Lewat Lagu 'Jangan Ngebut', Cantika Davinca ungkap Kegelisahan Cinta
-
Atasi Penumpukan Kontainer Tanjung Priok, Menkeu Purbaya Desak Regulasi Denda Importir
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Melalui Lagu 'Aku Bisa', Rucky Markiano Bangkit dari Luka dan Keterpurukan
Terkini
-
Atasi Penumpukan Kontainer Tanjung Priok, Menkeu Purbaya Desak Regulasi Denda Importir
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
-
John Herdman Bangga Mathew Baker Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia