Matamata.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengingatkan seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Sosial bahwa pertanggungjawaban hukum atas praktik korupsi akan terus mengejar pelaku hingga masa pensiun.
Peringatan keras ini menyusul langkah Kemensos yang menonaktifkan dua pejabat terkait dugaan penggelembungan harga (markup) bantuan sepatu sekolah.
"Tidak ada zona aman untuk korupsi. Tidak kena sekarang, nanti. Tidak kena nanti, pensiun kena," kata Saifullah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menegaskan tidak ada tempat bersembunyi bagi aparatur yang nekat mencederai integritas demi keuntungan pribadi atau kelompok.
Peringatan tersebut disampaikan secara terbuka dalam rapat pimpinan di Kementerian Sosial sebagai benteng pertahanan moral internal menjelang pelaksanaan pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2026.
Langkah ini, lanjutnya, sekaligus sebagai bentuk kepatuhan penuh terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menuntut pemberantasan korupsi secara total di tubuh birokrasi kementerian dan lembaga negara.
"Kita tahu kemarin ada pidato presiden soal integritas. Ketika presiden pidato, itu pada dasarnya adalah perintah, bukan imbauan. Kemensos wajib menangkap pesannya,” ujar Mensos.
Untuk itu, Saifullah menginstruksikan seluruh pimpinan unit dan kepala satuan kerja (satker) untuk memperketat sistem pengawasan guna mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini.
Ia juga menyatakan bakal menerapkan sanksi berlapis dan penegakan prinsip tanpa toleransi (zero tolerance) bagi pimpinan satker yang terbukti abai atau sengaja mendiamkan indikasi rasuah.
Sebelumnya, lini masa media sosial diramaikan oleh dugaan penggelembungan harga atau markup bantuan sepatu yang diberikan kepada siswa Sekolah Rakyat. Menyikapi polemik tersebut, Kementerian Sosial bergerak cepat membentuk tim khusus untuk mendalami isu pengadaan barang dan jasa itu.
Baca Juga
Saifullah menunjuk Wakil Menteri Sosial Agus Jabo dan Inspektur Jenderal (Irjen) Kemensos untuk memimpin langsung tim khusus tersebut.
Sebagai langkah awal demi kelancaran investigasi, tim khusus telah membebastugaskan dua pejabat yang bertanggung jawab dalam pengadaan barang dan jasa untuk siswa Sekolah Rakyat tersebut. Kementerian Sosial menargetkan hasil investigasi internal ini dapat diumumkan pada awal bulan ini. (Antara)
Berita Terkait
-
Bernilai Rp10,1 Miliar, Kemensos Lelang 6,2 Kg Emas dan Mutiara untuk Bantu Keluarga Rentan
-
Usut Dugaan Markup Sepatu Sekolah, Mensos Copot Dua Pejabat Kemensos
-
Mensos Bentuk Tim Khusus dan Gandeng KPK Usut Polemik Pengadaan Barang
-
Mensos: Angkatan Pertama Sekolah Rakyat Siap Luluskan 453 Siswa Tahun Ini
-
Siswa Sekolah Rakyat Manado Raih Emas Wushu Nasional, Mensos Beri Apresiasi Tinggi
Terpopuler
-
Beradegan 'Panas' Perdana, Elina Joerg Bangga Serial 'Love & 10 Million Dollars' Raih MURI
-
Mensos Tegaskan Pelaku Korupsi di Kemensos Bakal Dikejar hingga Pensiun
-
Huni Rumah Bambu Sejak 1984, Warga Bantul Akhirnya Dapat Program Bedah Rumah dari Dua Menteri
-
Respons KPK Terkait Instruksi Presiden Prabowo Soal Penguatan Anggaran Pemberantasan Korupsi
-
Diduga Menipu hingga Miliaran Rupiah, Pengusaha Kayu Lapis di Sukabumi Dilaporkan ke Polisi
Terkini
-
Huni Rumah Bambu Sejak 1984, Warga Bantul Akhirnya Dapat Program Bedah Rumah dari Dua Menteri
-
Respons KPK Terkait Instruksi Presiden Prabowo Soal Penguatan Anggaran Pemberantasan Korupsi
-
Mendag Siapkan Tiga Permendag Baru Atur Ekspor CPO hingga Batu Bara via BUMN
-
IHSG Hari Ini Anjlok 4 Persen, Menkeu Purbaya Andalkan Fundamental Ekonomi
-
SBY: UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi Hadapi Ketidakpastian Global 2026