Matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan disiplin fiskal yang ketat. Pemerintah menargetkan rasio utang tetap berada di level 40 persen dan defisit APBN maksimal 3 persen.
Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah yang dihadiri sekitar 800 pejabat, termasuk jajaran birokrat, direksi BUMN, hingga petinggi TNI-Polri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
"Bapak Presiden tadi komit bahwa rasio utang dijaga di level 40 persen, walaupun Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 memperbolehkan hingga 60 persen. Demikian pula defisit APBN dijaga di level 3 persen. Ini akan dijaga sampai akhir tahun," ujar Airlangga dalam konferensi pers usai rapat.
Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Dalam rapat yang berlangsung selama empat jam tersebut, Airlangga melaporkan sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari indeks keyakinan konsumen, Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur yang ekspansif, cadangan devisa, serta neraca pembayaran yang stabil.
Kinerja penerimaan negara juga menunjukkan taringnya. Hingga Maret 2026, penerimaan pajak tercatat tumbuh 14,3 persen atau mencapai Rp462,7 triliun.
Berbekal data tersebut, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 mampu menembus angka 5,5 persen. "Pemerintah melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama masih baik. Tadi Menteri Keuangan juga menyampaikan targetnya bisa mencapai atau lebih besar dari 5,5 persen," lanjutnya.
Ketahanan Pangan dan Implementasi B50 Selain isu makroekonomi, ketahanan pangan menjadi sorotan utama. Airlangga memaparkan produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,7 juta ton dengan stok Bulog saat ini berada di posisi kuat, yakni 4,6 juta ton.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus stabilitas anggaran, pemerintah akan mempercepat implementasi program Biodiesel B50 mulai 1 Juli mendatang. Program ini diproyeksikan mampu menghemat anggaran negara secara signifikan.
"Kita sudah menyepakati per 1 Juli mulai implementasi B50. Langkah ini diyakini akan meningkatkan ketahanan anggaran dengan penghematan (saving) sebesar Rp48 triliun," pungkas Airlangga. (Antara)
Baca Juga
Tag
Berita Terkait
-
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Menhub: Ini Pelajaran Penting untuk Evaluasi Menyeluruh
-
Presiden Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas: Model Pengelolaan Sampah Nasional dan Inovasi Genteng Limbah
-
Bupati Banyumas Janji di Hadapan Presiden Prabowo: 2028 Bebas Sampah dan Jadi Uang
-
Menteri ESDM Pastikan Pasokan Energi Nasional Stabil, Siapkan B50 untuk Tekan Impor
-
Kemenhaj Minta Jemaah Haji Lapor jika Temukan Pungutan Liar, KBIHU Dilarang Jual Paket Wisata
Terpopuler
-
Pemerintah Kucurkan Rp57 Miliar untuk 122 Program Riset Kampus
-
Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Energi Paling Lambat 2029
-
Yusril Ihza Mahendra Usul Ambang Batas Parlemen Disetarakan dengan Jumlah Komisi DPR
-
Update Insiden Bekasi Timur: Korban Meninggal Bertambah Jadi 16 Orang, KAI Mulai Uji Coba Jalur
-
Prabowo Targetkan Revitalisasi 288 Ribu Sekolah dan Digitalisasi Kelas hingga 2028
Terkini
-
Pemerintah Kucurkan Rp57 Miliar untuk 122 Program Riset Kampus
-
Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Energi Paling Lambat 2029
-
Yusril Ihza Mahendra Usul Ambang Batas Parlemen Disetarakan dengan Jumlah Komisi DPR
-
Update Insiden Bekasi Timur: Korban Meninggal Bertambah Jadi 16 Orang, KAI Mulai Uji Coba Jalur
-
Prabowo Targetkan Revitalisasi 288 Ribu Sekolah dan Digitalisasi Kelas hingga 2028