Matamata.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mendorong penguatan hilirisasi dan riset pangan berbasis perguruan tinggi. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global yang kian menantang.
"Alhamdulillah, di tengah situasi global yang menyulitkan hampir semua negara, pangan Indonesia aman. Stok beras kita ada 4,7 juta ton, produksi tahun ini insyaallah lebih tinggi. Pasokan ikan, telur, ayam, hingga sayur dan buah juga melimpah," ujar sosok yang akrab disapa Zulhas tersebut di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026).
Zulhas menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan ke depan tidak boleh hanya bertumpu pada ketersediaan stok, tetapi juga pada keberlanjutan produksi melalui inovasi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan akademisi untuk mengembangkan varietas unggul, mulai dari padi, kelapa, kakao, hingga jagung.
"Kita perlu penelitian untuk varietas baru dan bibit unggul. Tentu pemerintah harus bekerja sama dengan seluruh perguruan tinggi," imbuhnya.
Pembangunan Rice Mill Modern di Banyumas Sebagai bentuk nyata hilirisasi, pemerintah berencana membangun fasilitas penggilingan padi modern atau rice mill di Kabupaten Banyumas. Proyek ini akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Perum Bulog.
"Banyumas akan mendapatkan satu unit rice mill modern yang dibangun di Bulog. Wilayah Banyumas Raya merupakan sentra pertanian padi yang strategis," jelas Zulhas.
Menanggapi rencana tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam menyediakan lahan. Sadewo mengaku telah menyiapkan beberapa alternatif lokasi seluas dua hingga lima hektare.
"Kami mendukung penuh program pusat. Penyediaan lahan ini adalah komitmen daerah untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian melalui pengolahan pascapanen," kata Sadewo.
Dukungan Sektor Akademisi dan Petani Milenial Rektor UMP, Prof. Jebul Suroso, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, hilirisasi merupakan tantangan sekaligus peluang bagi kampus untuk memperkuat kontribusi risetnya.
"Hilirisasi ini sangat bagus. Kami di UMP siap memperkuat riset dan berkomitmen mencetak petani milenial untuk menyukseskan program pemerintah," tutur Prof. Jebul.
Selain riset pangan, UMP juga menyatakan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyiapkan tiga fasilitas dapur di lingkungan kampus sebagai pilot project dukungan akademisi terhadap kebijakan nasional. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Tuntaskan KTT ASEAN, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan dan Energi
-
TNI AD Kolaborasi dengan Kemenko Pangan, Ini 3 Fokus Utama Pengelolaan Sampah
-
DPR RI Pastikan Stok Beras dan Minyakita di Sumut Aman hingga 5 Bulan ke Depan
-
Presiden Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas: Model Pengelolaan Sampah Nasional dan Inovasi Genteng Limbah
-
Bupati Banyumas Janji di Hadapan Presiden Prabowo: 2028 Bebas Sampah dan Jadi Uang
Terpopuler
-
Prabowo Targetkan Bagi 1.582 Kapal Ikan untuk Sejahterakan Nelayan
-
Prabowo Jadi Presiden Kedua yang Kunjungi Miangas, Janjikan Renovasi Sekolah dan Puskesmas
-
Menag Nasaruddin Umar Dorong Lembaga Pendidikan Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta
-
Prabowo Tuntaskan KTT ASEAN, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan dan Energi
-
Menhut: Pemerintah Fokus Jaga dan Perbaiki Ekosistem Kantong Gajah yang Tersisa
Terkini
-
Prabowo Targetkan Bagi 1.582 Kapal Ikan untuk Sejahterakan Nelayan
-
Prabowo Jadi Presiden Kedua yang Kunjungi Miangas, Janjikan Renovasi Sekolah dan Puskesmas
-
Menag Nasaruddin Umar Dorong Lembaga Pendidikan Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta
-
Prabowo Tuntaskan KTT ASEAN, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan dan Energi
-
Menhut: Pemerintah Fokus Jaga dan Perbaiki Ekosistem Kantong Gajah yang Tersisa