Matamata.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengutamakan produk pangan lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini mewajibkan penyerapan bahan pangan, termasuk telur, berasal dari peternak dan pelaku usaha di dalam negeri.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat di daerah.
"SPPG diminta mengutamakan produk dan produksi lokal, termasuk untuk kebutuhan telur dalam Program MBG," ujar Dadan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Dadan menambahkan, meskipun mitra pelaksana MBG memiliki koperasi atau jaringan pemasok sendiri, mereka tetap diwajibkan menyerap hasil produksi peternak lokal di masing-masing wilayah. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden agar kebutuhan pangan program strategis ini tidak bergantung pada komoditas impor.
"Sesuai keinginan Presiden, telur untuk Program MBG terutama wajib menggunakan produksi lokal," tuturnya.
Terkait teknis di lapangan, BGN memastikan tidak akan menetapkan menu nasional secara seragam. BGN hanya menetapkan standar komposisi gizi untuk menjaga kualitas makanan.
Untuk merealisasikannya, BGN telah menempatkan ahli gizi di setiap SPPG. Petugas ini bertanggung jawab menyusun menu berdasarkan potensi pangan daerah sekaligus memastikan kebutuhan nutrisi penerima manfaat terpenuhi.
"Kami menempatkan pengawas gizi di setiap SPPG agar bisa membuat menu berbasis potensi sumber daya lokal dan kesukaan masyarakat setempat," jelas Dadan.
Kebijakan berbasis lokal ini diharapkan mampu memberikan manfaat ganda (multiplier effect), yaitu menjaga stabilitas harga hasil peternakan di tingkat produsen sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dadan optimistis produksi telur dalam negeri saat ini masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan Program MBG, asalkan jalur distribusi dan penyerapan dioptimalkan.
Baca Juga
"Selama produksi lokal tersedia dan kualitasnya baik, itu yang harus diprioritaskan. Program MBG memang dirancang untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal," pungkasnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi hingga 6,5 Persen di 2027
-
Tim Kepresidenan Rilis Buku 'Presiden Solusi', Dokumentasikan 108 Kebijakan Prabowo Subianto
-
DPR Dukung Moratorium Dapur Badan Gizi Nasional untuk Makan Bergizi Gratis
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
Terpopuler
-
Jadi Angin Segar di Film Nobody Loves Kay, Aurora Ribero Menyuarakan tentang Mimpi
-
Kompak Irit Bicara, Luhut dan Chatib Basri Tiba-Tiba Datangi Prabowo di Istana, Ada Apa?
-
Siap-siap! Menkeu Bakal Perketat Efisiensi Anggaran dan Skema Bansos di 2027
-
Satu Studio Nangis Massal, Ini 3 Alasan Film 'Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan' Jadi Suara Hati Keluarga
-
Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi hingga 6,5 Persen di 2027
Terkini
-
Kompak Irit Bicara, Luhut dan Chatib Basri Tiba-Tiba Datangi Prabowo di Istana, Ada Apa?
-
Siap-siap! Menkeu Bakal Perketat Efisiensi Anggaran dan Skema Bansos di 2027
-
Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi hingga 6,5 Persen di 2027
-
Batas Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang Presiden, Mensesneg: Sesuai Kebutuhan
-
Bapanas Kawal Mutu Beras Ekspor ke Malaysia, Bulog Sebut Harga di Atas HET