Matamata.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi menuntaskan pembangunan dua unit Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste. Fasilitas ini berlokasi di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini dan PLBN Motamasin, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa program MBG merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat dan cerdas sesuai amanat Presiden Prabowo Subianto. Selain fokus pada kesehatan, program ini dirancang untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, nelayan, dan UMKM.
"Program MBG bukan hanya program sosial, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan nasional. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan akses gizi yang layak serta menjaga stabilitas pangan di wilayah perbatasan," ujar Dody dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/4/2026).
Pembangunan SPPG di PLBN Wini dan Motamasin diharapkan menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat perbatasan. Dody menegaskan, pemerintah memprioritaskan wilayah dengan kebutuhan layanan gizi mendesak agar pemerataan pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke pelosok.
Secara teknis, pembangunan ini dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU melalui Satuan Kerja Prasarana Strategis NTT. Proyek tersebut menggandeng PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk sebagai kontraktor pelaksana dan PT Agrinas Jaladri Nusantara sebagai konsultan supervisi.
Kedua fasilitas ini telah memenuhi standar kesehatan dan keberlanjutan lingkungan yang ketat. Infrastruktur yang tersedia mencakup:
- Dapur utama dan area pencucian bahan makanan.
- Gudang penyimpanan kering dan basah.
- Jaringan air bersih dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
- Area parkir, ruang panel, tempat pembuangan sampah (TPS), hingga penataan lanskap.
- SPPG di PLBN Wini (Kabupaten Timor Tengah Utara) berdiri di atas lahan seluas 1.408,63 m². Sementara itu, SPPG di PLBN Motamasin
- (Kabupaten Malaka) menempati lahan seluas 1.469,12 m².
Selesainya proyek ini mempertegas komitmen Kementerian PU dalam memperkuat infrastruktur di beranda terdepan NKRI, sekaligus memastikan setiap anak di wilayah perbatasan mendapatkan hak gizi yang sama dengan wilayah lainnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
KPK Pastikan Tak Duplikasi Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis yang Ditangani Kejagung
-
Libur Sekolah 2026, Makan Bergizi Gratis di Depok Dihentikan Sementara
-
Kejagung Sita Alphard Milik Tersangka Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis
-
Wapres Gibran Tinjau Makan Bergizi Gratis di Ende, Soroti Makanan Dingin dan Kelas Gelap
-
Wapres Gibran Boyong Lima Mahasiswa Kunker Maraton ke NTT hingga Papua
Terpopuler
-
Komunitas Rider Kalisari R2L, Gelar Touring Kebersamaan ke Bogor
-
Ingin Karyanya Lebih Bernyawa, Anggia Novita Optimistis Produseri Soundtrack Film 'Juminten Edan'
-
Pupuk Indonesia Sediakan 6 Mobil Uji Tanah Gratis di Sumatera demi Ketahanan Pangan
-
Sepakat Berkolaborasi! Hard Lights, BEAUZ, dan Solar State, Rilis Lagu 'Mad World'
-
Kuras Emosi! Auzan Noh dan Syakir Daulay Kompak Bintangi Film 'Dua Nafas'
Terkini
-
Pupuk Indonesia Sediakan 6 Mobil Uji Tanah Gratis di Sumatera demi Ketahanan Pangan
-
PDIP Tegaskan Posisi Politik Penyeimbang Pemerintahan Prabowo Subianto
-
Susunan Pemain Turki vs Paraguay Piala Dunia 2026: Arda Guler Starter
-
KPK Pastikan Tak Duplikasi Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis yang Ditangani Kejagung
-
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri Usai Ditangkap, Kuasa Hukum Buka Suara