Elara | MataMata.com
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (21/4/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan capaian positif realisasi investasi kuartal I 2026 dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani. Tercatat, realisasi investasi pada periode ini mencapai Rp498,79 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp497 triliun.

"Ini merupakan peningkatan sebesar 7,22 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Selain itu, penyerapan tenaga kerja Indonesia mencapai 706.569 orang atau naik 18,93 persen secara yoy," ujar Rosan kepada awak media di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (21/4/2026) malam.

Rosan memaparkan bahwa komposisi modal yang masuk ke Indonesia saat ini sangat seimbang. Kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat hampir menyentuh angka 50 persen, bersaing ketat dengan Penanaman Modal Asing (PMA).

"PMDN tercatat sekitar 49,89 persen, hampir sama dengan PMA yang mencapai Rp249,94 triliun. Menariknya, investasi di luar Pulau Jawa kini mendominasi dengan porsi 50,37 persen, sementara di Pulau Jawa sebesar 49,63 persen atau setara Rp247,53 triliun," lanjutnya.

Dalam laporannya, Rosan merinci lima negara teratas yang menjadi investor terbesar di Indonesia selama kuartal I 2026:

  1. Singapura: 4,6 miliar dolar AS
  2. Hong Kong (China): 2,7 miliar dolar AS
  3. China: 2,2 miliar dolar AS
  4. Amerika Serikat: 1,7 miliar dolar AS
  5. Jepang: 1 miliar dolar AS

Adapun sektor yang paling banyak menyerap modal antara lain industri logam dasar, sektor jasa, pertambangan, perumahan, kawasan industri, serta sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi.

Tantangan Target Rp13.000 Triliun Rosan mengakui adanya tantangan besar dalam lima tahun ke depan. Berdasarkan data Bappenas, target investasi periode 2025-2029 dipatok lebih dari Rp13.000 triliun. Angka ini melonjak tajam dibandingkan realisasi 10 tahun terakhir (2014-2024) yang berada di angka Rp9.100 triliun.

"Peningkatannya memang sangat signifikan. Namun, Alhamdulillah target awal ini bisa tercapai. Kita harapkan tren positif ini terus terjaga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Rosan.

Load More