Elara | MataMata.com
Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah Abdul Basir memberikan keterangan selepas meninjau fasilitas untuk menyambut kedatangan jamaah calon haji Indonesia gelombang II di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Kamis (7/5/2026). ANTARA/Citro Atmoko

Matamata.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan fasilitas buggy car (mobil golf) serta kendaraan khusus disabilitas di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Fasilitas ini disiapkan untuk menyambut kedatangan jemaah calon haji Indonesia gelombang II yang dijadwalkan mendarat mulai Jumat (8/5/2026).

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Jeddah, Abdul Basir, menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas ini merupakan hasil koordinasi dengan pihak Nusuk Marhaba. Tujuannya adalah memberikan kenyamanan ekstra bagi jemaah, khususnya kelompok lanjut usia (lansia).

"Fasilitas ini disiapkan untuk menunjang pergerakan jemaah. Kami juga berkoordinasi menyediakan mobil khusus lansia dan disabilitas agar proses perpindahan di bandara lebih mudah dan cepat," ujar Abdul Basir dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Abdul Basir menekankan, persiapan matang ini sangat krusial karena adanya perbedaan alur kedatangan di Jeddah. Berbeda dengan gelombang I yang mendarat di Madinah, jemaah gelombang II yang mendarat di Jeddah akan langsung diberangkatkan menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.

Oleh karena itu, PPIH mengimbau jemaah calon haji untuk mengenakan kain ihram sejak di asrama haji embarkasi di tanah air. Imbauan ini bertujuan untuk efisiensi waktu, mengingat ketatnya alur pergerakan di bandara Jeddah.

Saat tiba di bandara, layanan bagi jemaah akan dibagi menjadi dua jalur:

  1. Jalur Fast Track: Berlaku untuk empat embarkasi (Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar). Jemaah dari jalur ini bisa langsung diarahkan menuju bus menuju Makkah.
  2. Jalur Reguler: Jemaah akan diarahkan ke ruang tunggu berpendingin udara (AC) untuk beristirahat sejenak sebelum diberangkatkan.

Selain kesiapan transportasi, Abdul Basir juga mengingatkan tantangan cuaca ekstrem. Suhu di Jeddah saat ini tergolong panas dengan tingkat kelembapan yang lebih tinggi dibandingkan Madinah. Kondisi ini rentan membuat jemaah cepat berkeringat dan mengalami dehidrasi.

"Jemaah harus selalu memperbanyak minum. Jangan menunggu haus baru minum," pesan Abdul.

Untuk mengantisipasi masalah kesehatan, PPIH telah menyiagakan klinik kesehatan tingkat pertama di area bandara. Klinik ini berfungsi sebagai ruang observasi darurat bagi jemaah yang membutuhkan penanganan medis awal sebelum menempuh perjalanan darat selama satu jam menuju Makkah.

Saat ini, Abdul memastikan persiapan layanan secara keseluruhan telah mencapai 90 persen. PPIH tengah melakukan koordinasi final dengan Kementerian Haji Arab Saudi untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung siap beroperasi penuh pada Jumat (8/5/2026) pukul 06.30 waktu setempat. (Antara)

Load More