Elara | MataMata.com
Arsip - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menjawab pertanyaan dari awak media di Jakarta, Senin (20/4/2026). (ANTARA/Aji Cakti)

Matamata.com - Pemerintah bersiap meluncurkan operasional 1.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 16 Mei 2026 mendatang.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan bahwa rencana peluncuran tersebut akan dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kendati demikian, ia menekankan lokasi dan waktu tersebut masih bersifat tentatif.

"Yang akan diluncurkan operasionalnya ini kurang lebih 1.000 koperasi dari sekitar 7.200 unit yang sudah selesai 100 persen pembangunan fisik, gudang, gerai, hingga alat kelengkapannya," ujar Ferry usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Rapat strategis tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Wakil Panglima TNI, serta Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara. Selain 1.000 unit yang siap beroperasi, Ferry mengungkapkan masih ada sekitar 25 ribu koperasi lain yang saat ini tengah dikebut proses pembangunannya.

Menurut Ferry, Kopdes Merah Putih dirancang bukan sekadar instrumen ekonomi biasa, melainkan motor penggerak yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Ia juga menepis anggapan bahwa operasional ini berjalan lambat karena baru menyentuh angka 1.000 unit.

"Tidak (mundur), ini dilakukan secara bertahap," tegasnya.

Rekrutmen Manajer dan Pelatihan Komcad Sejalan dengan penyiapan infrastruktur, pemerintah tengah melakukan seleksi ketat untuk posisi Manajer Kopdes Merah Putih. Saat ini, proses rekrutmen telah memasuki tahap uji kompetensi, dengan pengumuman hasil akhir dijadwalkan pada 7 Juni 2026.

Menariknya, para manajer yang terpilih tidak langsung diterjunkan ke lapangan. Mereka akan menjalani pelatihan dasar kemiliteran melalui Komponen Cadangan (Komcad), serta pembekalan manajerial dan kompetensi teknis sebelum resmi bertugas.

Langkah ini diambil untuk memastikan pengelola Kopdes memiliki kedisiplinan tinggi dan kemampuan manajerial yang mumpuni dalam mengawal ketahanan pangan dan ekonomi di tingkat desa. (Antara)

Load More