Rendy Adrikni Sadikin | MataMata.com
Unjuk rasa di Markobar dan Neno Warisman

Matamata.com - Aksi yang dihelat di depan gerai Markobar ternyata juga mendapat sorotan dari dalang nyentrik, Sujiwo Tedjo.

Seperti diketahui, Markobar merupakan gerai martabak milik putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

Deklarasi #2019GantiPresiden itu diketahui salah satunya digalang oleh mantan penyanyi dan kini pengusaha Neno Warisman.

Baca Juga:
Nama Asli 5 Artis Ini Beda Jauh dengan Nama Panggung Mereka

Sudjiwo Tedjo yang dikenal aktif di jejaring sosial Twitter berkicau menanggapi demonstrasi di depan gerai kuliner tersebut.

Melalui akun Twitter @sudjiwotedjo, Senin (2/7/2018), Sudjiwo Tedjo menuliskan bahwa aksi tersebut tidak sejalan dengan pesan leluhur.

Menurut Sudjiwo Tedjo, berdasarkan pepatah Jawa, jika seorang ayah dianggap 'bertingkah', sang anak jangan disangkut-pautkan.

Baca Juga:
Ganti Gaya Rambut, Syahrini Malah Dibilang Mirip Soimah

Berikut cuitan akun @sudjiwotedjo:

"Aku bukan pendukung siapa-siapa. Tapi mendemo Pak Jokowi dengan mendemo putranya, menurutku tidak in-line dengan pesan leluhur: 'ANAK POLAH BAPAK KEPRADAH (anak bertingkah bapaknya yg kena getah)'. Kalau sebaliknya, bapaknya (yang dianggap) berpolah, jangan anaknya yang digetahi. Demikian usulku," kicau akun @sudjiwotedjo.

Kicau Sudjiwo Tedjo

Demo di Markobar

Baca Juga:
Seperti Suzy, 4 Pasangan Seleb Korea Ini Juga Putus karena Sibuk

Acara jalan sehat yang diadakan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) dan organisasi massa Islam di Soloraya, Minggu (1/7/2018) pagi, meninggalkan cerita unik.

Kebetulan, deklarasi gerakan 2019 Ganti Presiden itu dilakukan di depan gerai Markobar, Jalan Dr Moewardi, Solo.

Hal ini menjadi buah bibir warganet, khususnya setelah gambar dan video aksi itu menyebar di YouTube. Markobar adalah brand usaha martabak yang kini dikelola Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga:
Disebut Kampungan saat Berterima Kasih, Begini Tanggapan GKR Hayu

Berita dan video aksi yang diwarnai orasi penyanyi sekaligus bintang film era 1980-an, Neno Warisman, itu pun menjadi perbincangan.

Apalagi, lokasi kendaraan tempat orasi Neno berorasi bersebarangan dengan tulisan Markobar di gerai itu.

BACA JUGA: Syahrini Kok Mirip Soimah Sih?

Di Twitter, pengguna akun @luckysubiakto mengunggah video aksi tersebut. "Deklarasi #2019GantiPresiden dipimpin Bunda Neno Warisman, diikuti ormas Islam se Solo Raya, berlokasi di depan Kafe Markobar milik anak² Jokowi," kicau @luckysubiakto menyertai video itu, Minggu.

‏Lalu, apa kata Markobar tentang aksi itu? Pengelola akun @markobar1996 memberikan tanggapan terhadap kicauan itu.

"Hai orasinya merdu sekali! Terima kasih sudah antri untuk menikmati kelezatan Martabak Manis kesukaan kita semua. Ditunggu ordernya lagi ya, mari sebar kebaikan untuk sesama #eatsharehappiness with Markobar."

BACA JUGA: Dibilang Kampungan, Astaga Ternyata Itu Putri Sultan Jogja

Sebagian besar peserta jalan sehat memakai kaus warna putih yang dilengkapi dengan tulisan #2019GantiPresiden.

Bukan hanya orang dewasa, para peserta jalan sehat yang masih berusia remaja dan anak-anak juga mengenakan kaus serupa. Beberapa dari mereka juga dibekali bendera kecil yang diberi motif #2019GantiPresiden.

Panitia Humas Jalan Sehat Umat Islam Soloraya, Endro Sudarsono, mengklaim jalan sehat kali ini diikuti oleh lebih dari 5.000 orang dari berbagai daerah di Soloraya. Meski demikian dia menolak aksi massa ini disebut politis.

"Nah, 2019 kami mencoba mengedukasi masyarakat adanya ganti presiden dengan sebuah alasan bahwa masyarakat kecewa terhadap situasi kondisi masyarakat baik ekomomi, hukum, dan stabilitas negara. Makanya kami menginginkan ganti presiden lebih baik," kata Endro kepada Solopos—jaringan Suara.com, Senin (2/7/2018).

Begitu pula dengan Neno yang dalam orasinya mengklaim acara ini bukan kegiatan politis. Dia juga mengklaim gerakan itu tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun.

"Relawan ganti presiden bukan gerakan politik. Ini adalah gerakan hati nurani rakyat, gerakan hati nurani yang bersih, tidak ada afiliasi dengan partai apapun, sehingga presidium, dalam keanggotaan, semua relawan Ganti Presiden di Jakarta dan tempat-tempat lain," kata Neno dalam orasinya.

Endro menceritakan,DSKS dan beberapa organisasi maupun kelompok Islam di Soloraya sebelumnya tak berencana menggelar jalan sehat, melainkan panggung seruan di sekitar Sriwedari.

Namun, karena CFD diliburkan lagi, panitia memutuskan untuk menggelar jalan sehat supaya menarik animo atau perhatian masyarakat umum.

Dia tak mempersoalkan peliburkan CFD yang mendadak oleh Pemkot Solo tersebut. Hanya, panitia kurang menerima alasan yang disampaikan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo di media masa terkait peliburan CFD yang baru diputuskan pada Kamis (28/6/2018) lalu. Endro meyakini alasan peliburan CFD ada kaitannya dengan agenda yang diadakan DSKS tersebut.

"CFD diliburkan dengan mengorbankan masyarakat cililk. Alasannya tidak kami terima. Kalau alasannya Pilgub, jelas proses pemilihan sudah selesai. Penghitungan suara diurusi KPU, kemanan diurus polisi. Saya yakin penutupan CFD berkaitan juya dengan kegiatan kami karena akan membangun animo dan opini masyarakat. Tapi kami tidak masalah mau ada CFD maupun tidak. Kami tetap turun," kata Endro.

Berita ini kali pertama diterbitkan Solopos.com dengan judul “Demo #2019GantiPresiden di Depan Markobar Solo, "Ditunggu Ordernya Ya"

Load More