Matamata.com - Kaesang Pangarep barangkali anak Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang paling aktif di media sosial, khususnya Twitter. Dibanding dua kakaknya, Gibran dan Kahiyang, Kaesang Pangarep mungkin yang paling rajin berceloteh di jagat maya.
Tapi, ada saja yang jahil mengkritik cuitan Kaesang. Paling baru, bungsu Jokowi - Iriana ini diprotes keras oleh akun @paber_sitorus gara-gara salah satu tulisan yang semuanya menggunakan huruf kapital.
"KALO MAU JADI DISTIRBUTOR/RESELLER/AGEN BISA HUBUNGI +62819******," tulisan Kaesang.
"Anak penimpin negeri ini bahasa Indonya nggak beres. Saya jd malu nih...!," protes Paber Sitorus.
Banyak yang membela Kaesang dan menyerang balik si pemrotes. Pasalnya, Paber Sitorus juga tak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Alih-alih kesal, Kaesang malah membalas cuitan Paber Sitorus dengan tulisan makin alay.
"Siyap, M0HoN m44F," tulis Kaesang Pangarep dengan bahasa alay.
Berita Terkait
-
Jusuf Kalla Lapor Bareskrim, Seret Nama Rismon Sianipar Soal Dugaan Hoaks Ijazah Jokowi
-
Rismon Sianipar Akui Keaslian Ijazah Jokowi, Ajak Roy Suryo Edukasi Terbuka
-
Gibran Peluk Rismon Sianipar di Istana: Kita Saudaraan, Enggak Ada Apa-apa Lagi
-
Presiden Prabowo Undang Para Mantan Kepala Negara ke Istana Malam Ini, Jokowi Pastikan Hadir
-
Luruskan Pernyataan Jokowi, Anggota DPR Ungkap Fakta Konstitusi di Balik Revisi UU KPK
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo