Matamata.com - Penyanyi Indonesia Glenn Fredly dikecam netizen karena dianggap menghina Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Semua bermula dari unggahan Glenn Fredly di Instagram.
Di Instagram, Glenn Fredly menyatakan sikapnya terhadap capres cawapres dari kubu 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Di situ, Glenn menulis:
"Shame on you Prabowo & Sandy!! Kalian bukan pemimpin, kalian pengadu domba bangsamu sendiri."
Banyak yang meyakini unggahan Glenn Fredly terkait dengan aksi 22 Mei lalu. Aksi unjuk rasa yang dihadiri ratusan orang di depan Gedung Bawalu itu menolak hasil KPU yang menyatakan kemenanga untuk kubu 01, Joko Widodo dan Maruf Amin.
Namun dalam unjuk rasa tersebut terjadi bentrok antara pengunjuk rasa dengan polisi. Banyak korban yang mengalami luka, hingga korban jiwa.
Selang beberapa jam, Glenn Fredly langsung menghapus unggahannya tersebut. Namun unggahan tersebut sudah terlanjur menyebar dan ramai ditanggapi warganet.
Banyak yang menyayangkan pernyataan Glenn Fredly, khususnya dari pendukung Prabowo Subianto. Glenn pun tak sedikit mendapat hujatan dari warganet.
Berikut beberapa komentar warganet terkait unggahan Glenn Fredly dianggap hina Prabowo:
"Setuju sama om glenn. Miris sama pendemo katanya ngerti agama tapi kok rusuh ya. Membela agama boleh, tapi kalau sampai membela yang kalah sungguh miris kalian," kata pemilik akun @chabbyroses.
"Mau dari kubu pendukung mana pun, tak baik untuk menggiring opini yang menyudutkan salah satu paslon dan menimbulkan perpecahan," ujar pemilik akun @wilda0209.
"Apa bedanya kalau begini sama-sama saling menjelekkan. sebagai publik figurmenurutku nggak pantes kayak gitu," timpal pemilik akun @marygriselda3.
"Kalau berani jangan dihapus dong babang Glen. Pendukung itu mesti konsisten, cemeen dong," kata pemilik akun @ikha_syahroni.
Suara.com/Ferry Noviandi
Tag
Berita Terkait
-
Presiden Prabowo Beri Atensi Khusus Kasus Siswa SD Bunuh Diri di NTT
-
Presiden Prabowo Buka Rakornas 2026 di SICC, Ribuan Pejabat Daerah Berkumpul
-
RI Protes Keras Serangan Israel di Gaza, Tempuh Jalur Diplomasi Lewat Board of Peace
-
Komisi X DPR Sebut Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Fokus pada Penguasaan Teknologi
-
Mensesneg: Istana Proses Persetujuan Pengunduran Diri Tiga Pimpinan OJK
Terpopuler
-
Danantara Bukan Regulator, Pengamat: Kekhawatiran di Pasar Modal Terlalu Dini
-
Mendag Minta Produsen Perbanyak 'Second Brand' untuk Dampingi Minyakita
-
Menteri LH Hanif Faisol Instruksikan Pemda Konsisten Tangani Darurat Sampah
-
Xi Jinping Telepon Trump, Tegaskan Taiwan Garis Merah Hubungan China-AS
-
Kemenhut Cabut Izin Pengelola Bandung Zoo demi Selamatkan Satwa
Terkini
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo
-
Siapa Rachquel Nesia? Aktris Muda yang Baru Resmi Menikah dengan Kevin Royano
-
Tak Perlu Bingung, Ini 5 Tips Mengunjungi Universal Studio Japan Saat Peak Season