Matamata.com - Kabar beredar bahwa setelah berhijrah, Ki Joko Bodo membuang seluruh benda pusakanya. Namun hal tersebut dibantah langsung oleh pemilik nama asli Agus Yulianto itu.
"Oh itu budaya kok. Ngapain dibuang," kata Ki Joko Bodo, ditmui di kawasan Kapten P. Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (21/6/2019).
Dia juga mengatakan benda-benda pusaka tersebut masih dipajang di rumahnya. Ki Joko Bodo berkomitmen tidak akan membuang imej masa lalunya sebagai paranormal begitu saja.
"Masih kok masih. Sebenarnya itu yang harus pertahankan sih. Contohnya, aku sebagai Joko Bodo, itu tetap Ki Joko Bodo," sambungnya lagi.
Menurut Ki Joko Bodo penampilan saja yang berubah ketika memilih berhijrah. Dia memang memangkas rambut hingga jenggot panjangnya agar terlihat lebih segar.
"Ya penampilan juga tambah muda kan. Hahaha ya memang keinginanku seperti itu, biar makin ganteng," tutur Ki Joko Bodo.
Suara.com/Sumarni
Berita Terkait
-
Disebut Rebutan Harta, Anak Ki Joko Bodo Murka: Di Mana Hati Nurani Kalian?
-
Putri Ki Joko Bodo Murka Diberitakan Rebutan Warisan Ayahnya: Di Mana Hati Nurani Kalian?
-
Ungkapan Cinta ke Istri dan Anak, Ki Joko Bodo Bangun Candi Sebelum Meninggal Dunia
-
'Gak Nyangka Ayah Bisa Kembali ke Fitrah', Anak Bersyukur Ki Joko Bodo Hijrah sebelum Meninggal
-
10 Potret Istana Wong Sintinx Rumah Ki Joko Bodo, Kini Disulap Jadi Masjid
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo