Matamata.com - Ijazah palsu Barbie Kumalasari beberapa waktu yang lalu menjadi buah bibir masyarakat. Bagaimana tidak, Barbie Kumalasari yang mengaku sebagai pengacara justru namanya masih terdaftar sebagai mahasiwi di website forlap dikti.
Oleh sebab itu, maka Barbie Kumalasari diminta untuk membuktikan keaslian ijazahnya.
"Nah kita uji dulu nih skripsinya, memenuhi standar atau tidak. Kan skripsi itu harus memenuhi standar, dalam artian tidak plagiat, tidak ada copy paste orang lain," ujar Pitra Romadoni saat ditemui awak media.
"Saya tidak menuduh plagiat atau tidak, yang jelas ini harus diuji dulu," imbuhnya.
Mewakili suara masyarakat, Pitra Romadoni kini melaporkan Barbie Kumalasari ke polisi. Ia meminta pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap Barbie Kumalasari.
"Kalau memang dia belum lulus, itu masuknya ketegori dugaan kebohongan publik, pidana. Saya akan buat laporan polisi," kata Pitra Romadoni.
"Berdasarkan informasi yang beredar, website forlap dikti beliau statusnya masih aktif. Makanya perlu kita uji lagi nih kebenarannya," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Rocky Gerung Bela Dokter Tifa di Polda Metro: Meneliti Itu Metodologi, Bukan Penghinaan!
-
Diduga Lakukan Pelanggaran Kode Etik, Notaris Berinisial FH Dilaporkan ke Majelis Pengawas Daerah
-
Anggota DPR Desak KPU Evaluasi Verifikasi Pencalonan Buntut Kasus Ijazah Palsu
-
Roy Suryo dkk Minta Uji Forensik Independen atas Ijazah Jokowi
-
Kuasa Hukum Jokowi Pastikan Hadir dalam Gelar Perkara Khusus Dugaan Ijazah Palsu
Terpopuler
-
Prabowo Siapkan Rp4 Triliun untuk Perbaiki 1.800 Perlintasan Kereta di Jawa
-
Menteri ESDM Pastikan Pasokan Energi Nasional Stabil, Siapkan B50 untuk Tekan Impor
-
Kelangkaan Obat di Iran Memburuk Akibat Serangan ke Fasilitas Farmasi
-
PT KAI Jamin Kompensasi dan Biaya Pengobatan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
KAI Batalkan Perjalanan KA Parahyangan Dampak Insiden di Stasiun Bekasi Timur
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo