Matamata.com - Dindin DZ atau Dindin PSP meninggal dunia pada Senin (15/7/2019) usai menjalani operasi jantung. Selama 40 tahun bersama, para personel Orkes Moral Pancaran Sinar Pentromaks (OM PSP), yaitu Omen dan Ade Anwar turut mengenang kebersamaannya dengan mendiang Dindin DZ.
Mereka tak menyangka Dindin lah yang terlebih dahulu dipanggil Sang Khalik. Meski demikian, di mata Omen serta Ade Anwar selaku personel OM PSP, Dindin DZ merupakan pribadi yang rajin beribadah.
"Almarhum menyenangkan, selalu menghibur teman-teman. Malahan dia yang lebih dekat dengan kehidupan keagaamaan," ungkap Ade saat dijumpai di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada Selasa (16/7/2019).
"Orangnya taat sekali beragama. Yang paling rajin salat Subuh di masjid itu dia," timpal Omen.
Tidak hanya itu, saking baiknya pribadi dari Dindin, Ade dan Omen siap bersaksi atas ucapannya. Ia pun hanya berdoa agar segala amal ibadah sang sahabat bisa diterima di sisi Tuhan.
"Kita bersaksi dia orang baik, menyenangkan teman-temannya. Dindin taat beribadah dan rajin sedekah. Mudah-mudahan semua amal ibadahnya diterima, dosa-dosanya diampuni dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah," tutup Ade.
Sebagaimana diketahui, Dindin DZ meninggal dunia pada Senin (15/7/2019) kemarin di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat. Ia mengembuskan napas terakhir usai menjalani operasi bypass jantung.
Suara.com/Revi Cofans Rantung
Berita Terkait
Terpopuler
-
DPR Desak Evaluasi Total Aturan Daycare Pasca-kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta
-
KSP Muhammad Qodari Buka Suara Terkait Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih
-
MPR Desak PBB Jatuhkan Sanksi Keras ke Israel Usai Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon
-
Fadli Zon Respons Putusan PTUN Jakarta Terkait Gugatan Isu Pemerkosaan Mei 1998
-
Srikandi Paspampres Unjuk Gigi dalam Upacara Kawal Istana Merdeka Spesial Hari Kartini
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo