Matamata.com - Di sela-sela misa pelepasan jenazah Arswendo Atmowiloto, koor dari gereja St Matius Penginjil tampak mengumandangkan lagu "Harta Beharga". Lagu tersebut begitu populer lantaran menjadi soundtrack dari serial dan film Keluarga Cemara.
Sontak para pelayat yang mendengarnya juga turut bernyanyi, sembari mengenang sosok Arswendo Atmowiloto. Dari pantauan Suara.com, suasana haru juga tampak menyelimuti iringan lagu tersebut.
Sebelumnya, jenazah Arswendo Atmowiloto disemayamkan di rumah duka kawasan Jakarta Selatan sejak tadi malam. Dan baru pagi tadi sekira pukul 09.15 WIB, jenazah dibawa ke Gereja St. Matius Penginjil, Tangerang untuk dilakukan misa arwah.
Dan usai melakukan doa, jenazah Arswendo akan dimakamkan di San Diego Hills, Karawang pada siang nanti.
Sebagaimana diketahui, Arswendo Atmowiloto meninggal pada Jumat (19/7/2019) sore karena penyakit kanker prostat. Arswendo merupakan seorang sastrawan terkenal, wartawan senior dan sutradara. Beberapa karyanya yang terkenal adalah Keluagra Cemara, 1 Kaka 7 Ponakan, Imung dll.
Suara.com/Revi Cofans Rantung
Berita Terkait
-
Pejabat Negara Pantau Misa Malam Natal di Katedral, Menko PMK Ajak Doakan Korban Bencana
-
Kak Seto Ungkap Kondisi Terkini usai Operasi: Ternyata Bukan Kanker Prostat
-
Kak Seto Mohon Doa Didiagnosa Kanker Prostat, Jalani Operasi Pagi Ini
-
Cerita Seno Gumira Ajidarma Soal Momen Terakhir dengan Arswendo Atmowiloto
-
Ngefans dengan Mendiang Arswendo Atmowiloto, Olga Lydia: Karyanya Cerdik!
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo