Matamata.com - Baru sebentar menghirup udara bebas, Kriss Hatta kembali ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan terhadap Anthony Hillenaar. Proses perdamaian keduanya berjalan dengan cukup alot.
Kendati demikian, keduanya akhirnya sepakat untuk berdamai.
Oleh sebab itulah, Ibunda Kriss Hatta sudah menyiapkan sapi untuk kurban.
"Lebih baik dari sekarang, kita sama-sama cabut laporan. Jadi kita lagi usaha biar Kriss Hatta bisa keluar hari Minggu. Itu yang lagi dikejar hari ini."
"Besoknya sebelum ditangkap, kan dia udah beli qurban Sapi ya, jadi dia berharap bisa keluar pas Hari raya," lanjut ibu Kriss Hatta.
Sayangnya, rencana tersebut tidak berjalan dengan lancar. Kriss Hatta hingga kini belum bisa bebas karena terkendala proses administrasi.
Maka sebab itulah, niat kurban sang ibu dengan Kriss Hatta terpaksa harus ditunda.
"Kemarin aku lagi nggak fokus kesitu. Kurban akan dilaksanakan setelah Kriss keluar," ujar Ibunda Kriss Hatta.
Berita Terkait
-
Sapi Kurban Presiden Prabowo 2026: Jenis Brangus 1,15 Ton dari Tangerang Seharga Rp110 Juta
-
Presiden Prabowo Beli Sapi Kurban 1,05 Ton dari Peternak Bantul
-
Kenalkan Diego, Sapi 1 Ton asal Temanggung yang Dipilih Presiden Prabowo untuk Kurban
-
Lumbung Ternak Nasional, Khofifah Sebut Stok Hewan Kurban di Jatim 2026 Surplus Besar
-
Kasus Andrie Yunus KontraS, Anggota BAIS TNI Ditahan, DPR Minta Transparansi
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo