Matamata.com - Kasus pabrik susu, atau pelecehan seksual yang diterima Aura Kasih via cuitan di Twitter oleh akun @yan_widjaya berakhir damai.
Hal ini diketahui dari unggahan foto akun gosip @lambe_turah pada hari Senin (26/8).
Di dalam foto tersebut, tampak Aura Kasih dan kritikus film Yan Widjaya berada di dalam sebuah meja.
Tak sendiri, Aura Kasih ditemani oleh pengacara yang bernama Tantri dan manajernya, Heru.
Keduanya bertemu di sebuah kafe sekitar Jakarta Selatan siang ini (26/8).
Dalam pertemuan tersebut, Yan Widjaya pun menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Aura Kasih.
Seperti yang diketahui, Yan Widjaya sempat mencuit soal penampilan terbaru Aura Kasih setelah melahirkan.
Ia pun sempat menyinggung soal pabrik susu yang membuat Aura Kasih meradang.
Pihak Aura Kasih pun akhirnya memaafkan dan kasus yang satu ini berakhir damai.
Duh, jangan sampai terulang ya kasus seperti Aura Kasih yang satu ini...
Berita Terkait
-
Bantah Jadi Simpanan Ridwan Kamil! Aura Kasih Bongkar Rahasia Kekayaannya
-
KPK Dalami Informasi Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB dari RK ke Aura Kasih
-
B3S Filmmaker Goes To Aceh Darussalam, Satukan Budaya Sinema Nusantara
-
YDFI Gelorakan Kebangkitan Sinema Nasional, Melalui 'B3S Filmmaker Goes to School'
-
Aura Kasih Akui Ogah Ambil Pusing Jadi Single Mom, Pilih Tanpa Suster dan Latih Anak Mandiri
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo