Matamata.com - DJ Seksi Dinar Candy tak tinggal diam saat seorang lelaki asal US berinisial SKW mencoba mencemarkan nama baiknya. Niat mau kolaborasi, lelaki tersebut malah menyebarkan foto-foto Dinar Candy lagi tidur yang tak layak dikonsumsi masyarakat.
Dinar pun melaporkan hal tersebut ke kepolisian Polda Metro Jaya hari ini (19/9/2019). Semua bermula ketika Dinar mengajak lelaki tersebut show bareng dan ketika Dinar lelah usai show, dia mengambil foto-foto dinar.
"Dia itu mungkin sakit hati. Dia ambilin foto aku lagi tidur terus ada salah satu foto aku lagi tidur terus dia di samping aku seolah-olah aku tidur sama dia padahal enggak sama sekali," ujar Dinar Candy pada MataMata.com di Polda Metro jaya hari ini (19/9/2019).
Ternyata lelaki tersebut tidak hanya merugikan Dinar, tetapi juga melecehkan wanita lain. Salah satu korban dibawa Dinar sebagai saksi.
"Jadi waktu itu aku show terus dia ikut. Trus kamarnya ada connecting door kalau aku udah capek abis show, aku tidur, nggak tau dia jam berapa ambil foto-foto itu terus disebarin ke ada korban pelecehan seksual yang aku bawa jadi saksi," lanjutnya.
Wanita yang jadi saksi Dinar pun menuturkan motif lelaki itu menyebar foto-foto Dinar.
"Dia itu mau mengancam Dinar. Dia bilang mau sebarin foto-foto itu supaya Dinar nggak bisa dapat job lagi. Motifnya buat hancurin Dinar, karena dia deket sama Dinar," kata saksi tersebut.
Dinar menuturkan kalau lelaki tersebut mendekati wanita hanya demi uang. Wanita yang menjadi saksi tersebut bahkan pernah dicekik dan alami kekerasan seksual.
"Yang aku kumpulin korbannya ada sekitar 4 orang, nanti minggu depan kita mau laporin yang pelecehan seksualnya, sekarang Dinar dulu. Nanti Dinar giring beberapa cewek untuk laporan pelecehan seksual. Mungkin setelah laporan ini nyebar ke mana-mana mungkin akan banyak cewek lagi yang datengin Dinar," tambahnya.
Dinar Candy juga mengalami kerugian materiil kurang lebih Rp 50 juta atas kasus ini.
Berita Terkait
-
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri Usai Ditangkap, Kuasa Hukum Buka Suara
-
Polda Metro Siagakan 585 Personel Amankan Kunjungan Presiden Jerman di Jakarta
-
Polda Metro Jaya Periksa Instansi Terkait dan Ditjen Perkeretaapian Soal Kecelakaan di Bekasi
-
Mualem Kecam Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Desak Kapolri Turun Tangan
-
Kasus Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Polisi Segera Periksa Sejumlah Ahli
Terpopuler
-
Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100 Persen bagi Negara Pengumpul Pajak Digital
-
Menyesal! Davina Karamoy Tak Kuasa Tahan Tangis di Film 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali'
-
Menteri Kebudayaan: Ruang Kreatif Komunitas Strategis bagi Keberlanjutan Budaya
-
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta Sebut Paparan Presiden Prabowo Perkuat Pemahaman Aliran Bernegara
-
KDM Alihkan Hadiah Sayembara Rp250 Juta untuk Masa Depan Korban Penyekapan
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo