Matamata.com - Joanna Alexandra sudah menerima kenyataan jika anak bungsunya, Ziona Eden Alexandra Panggabean menderita penyakit genetik langka, Campomelic Dysplasia.
"Jadi sebenarnya kalau orangtua sudah menerima kenyataan 'Oke anak saya spesial' itu sedihnya diawal-awal nggak berlarut-larut. Kalau kita sedih nggak mungkin dia sembuh. Kalau kita nerima, pasti mikirnya, oke selanjutnya apa yang bisa dikerjain untuk membantu penyembuhan anak," ujar Joanna Alexandra di Senayan City, Jakarta Pusat, Sabtu (16/11/2019).
Kini, Joanna Alexandra dan suaminya, Raditya Oloan Panggabean terus mengupayakan untuk kesembuhan Ziona Eden Alexandra Panggabean.
"Kita berdoa, berserah, kita ajak dia terapi ketemu dokter. Jadi semua dilakuin dalam keadaan hati berserah," katanya.
Terlepas dari itu, perempuan 32 tahun ini juga tidak pernah kepikiran bahwa akan melahirkan anak yang 'spesial'. Tapi, Joanna Alexandra menganggap si kecil sebagai hadiah dari Tuhan.
"Aku pikir anak keempat aku akan aman-aman aja, ternyata pas Zio lahir, nafasnya kurang maksimal, kakinya juga bengkok jadi ada banyak hal yang mengagetkan. Bahkan dari persiapan keuangan juga, aku persiapannya melahirkan normal. Tapi emang melahirkan normal, cuma kan masuk MICU segala macem," ujar Joanna Alexandra.
"Jadi memang semuanya itu nggak pernah orangtua memimpikan itu terjadi. Tapi ternyata terjadi. Tapi aku merasa anak itu berkat Tuhan. Bukan dunia yang memberikan tapi Tuhan. Tuhan menghadirkan Ziona dan segala macem keunikannya di kehidupan aku. Aku sekarang belajar lebih kuat, sabar dan pinter ngurus anak yang spesial," katanya lagi.
Seperti diketahui, Ziona Eden Alexandra Panggabean lahir pada 24 Mei 2017 di Rumah Sakit Bunda, Jakarta Pusat. Dia lahir secara prematur. (Sumarni)
Berita Terkait
-
Dukung Minat Anak dengan Eksplorasi Profesi di KidZania Jakarta
-
Menteri PPPA Resmikan Ruang Bersama Indonesia di Cilacap, Dorong Pembangunan Berperspektif Gender
-
Menag Instruksikan Madrasah Kawal Implementasi Pembatasan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun
-
PP Tunas Berlaku 28 Maret: Daftar Platform Digital yang Belum Patuh Aturan Perlindungan Anak
-
Ruri 'Repvblik' bersama 80Proof Ultra, Gelar Santunan Anak Yatim di Tangerang
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo