Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap regulasi yang menghambat proses audit pada level cucu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Padahal, entitas induk BUMN selama ini wajib dan dapat diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kritik tersebut disampaikan Presiden di hadapan pejabat negara dan petinggi Badan Pengelola Investasi Danantara dalam acara HUT ke-1 Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3). Prabowo mengaku heran dengan banyaknya jumlah anak dan cucu usaha di satu entitas perusahaan negara yang justru seolah "kebal" audit.
"Saya kaget, Pertamina punya 200 anak dan cucu perusahaan. Anehnya lagi, ada peraturan yang menyebut kalau BUMN boleh diaudit negara, tapi cucu perusahaannya tidak boleh. Peraturan dari mana ini?" ujar Presiden Prabowo dengan nada tegas.
Menurut Presiden, kondisi ini memperkuat urgensi konsolidasi BUMN di bawah pengelolaan Danantara. Langkah ini dinilai tepat untuk menerapkan standar manajemen kelas dunia sekaligus menutup potensi kebocoran kekayaan negara.
"Premis kita ternyata benar. Konsolidasi satu manajemen dengan rasional dan standar terbaik dunia akan meningkatkan return on asset (ROA)," lanjutnya.
Target Besar Danantara Selain menyoroti tata kelola, Presiden juga menekankan bahwa kunci manajemen yang baik berakar pada integritas kepemimpinan. Ia mengingatkan jajaran petinggi Danantara bahwa capaian satu tahun terakhir barulah langkah awal.
Prabowo menetapkan target ambisius bagi Danantara. Jika sebuah perusahaan yang baik idealnya memiliki ROA minimal 10 persen, ia berharap Danantara setidaknya mampu menyentuh angka 5 persen sebagai tahap awal.
"Jika return on asset Danantara ditargetkan 5 persen, maka Danantara harus menyetor setidaknya 50 miliar dolar AS per tahun ke negara. Itu setara dengan Rp800 triliun," ungkap Prabowo.
Menutup arahannya, Presiden mengingatkan bahwa tantangan besar sudah menanti. "Jadi, pimpinan Danantara, sasaranmu masih jauh," pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Jepang Sebut Indonesia Destinasi Investasi Menjanjikan, Sektor Otomotif Jadi Andalan
-
RI Peringkat 2 Dunia Ketahanan Energi, Golkar: Buah Strategi Tepat Presiden Prabowo
-
Prabowo Beri Arahan Strategis ke Dudung Abdurachman, Bahas Pertahanan dan Geopolitik Global
-
Presiden Prabowo Terima Laporan Realisasi Investasi Kuartal I 2026 yang Lampaui Target
-
Danantara Percepat Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Palembang
Terpopuler
-
Pernah Alami Trauma, Karina Suwandi Tak Kapok Bintangi Film Horor 'Tumbal Proyek'
-
Film 'Kupilih Jalur Langit' Resmi Tayang di Bioskop Indonesia
-
Dalami Karakter di Film 'Tiba-Tiba Setan', Oki Rengga Rela Alami Memar
-
Menaker Dorong Pemerataan Magang Nasional, Buka Peluang Lebar bagi Putra Daerah
-
Kementan: Industri Sawit Indonesia Ramah Lingkungan dan Siap Menuju B50
Terkini
-
Menaker Dorong Pemerataan Magang Nasional, Buka Peluang Lebar bagi Putra Daerah
-
Kementan: Industri Sawit Indonesia Ramah Lingkungan dan Siap Menuju B50
-
Ribuan Peserta Terindikasi Curang di UTBK 2026, Puan Maharani Desak Perbaikan Sistem
-
RI Incar Kursi Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026-2030
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Kumpulkan Panglima TNI dan Deretan Purnawirawan, Bahas Dukungan Program Pemerintah