Matamata.com - Kabar duka tengah menerpa keluarga besar Band Alexa. Adhi Moersid, ayahkandung Satrio Alexa meninggal dunia pada Sabtu (17/11/2019).
Ucapan belasungkawa berdatangan, salah satunya dari aktor senior Slamet Rahardjo.
"Saya Slamet Rahardjo saya bagian keluarga dari Institut Kesenian Jakarta, karena beliau adalah mantan rektor. Kita meninggalkan sesuatu yang berarti kalau ngomong soal berarti Adhi Moersid memberi banyak sekali pada kita," kata Slamet Rahardjo, usai menghadiri pemakaman, TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Minggu (17/11/2019).
Lelaki berusia 70 tahun ini mempunyai kenangan dengan almarhum Adhi Moersid. Dahulu mereka bekerja dalam satu lingkungan. Bahkan almarhum suka menasehati bintang film Badai Pasti Berlalu itu.
"Saya salah satu junior yang selalu ditegur kalau saya salah dinasehati untuk menjadi baik tapi dia adalah kakak saya yang luar biasa," terangnya.
Menurut Slamet Rahardjo, Adhi Moersid adalah sosok lelaki yang hebat. Semasa hidupnya, dia memberikan ilmu pengetahuan kepada seluruh mahasiswa/mahasiswi.
"Dia meninggalkan bekas yang mendalam yaitu jasa luar biasa. Kenapa, dari anak nggak tahu apa-apa diajarin jadi bisa apa-apa dan lebih banyak lagi mungkin lebih melampaui dia," tuturnya.
Kini sosok almarhum Adhi Moersid membekas dalam hati keluarga tercinta dan kerabat terdekat.
"Selamat jalan mas Adhi tenang lah disana karena doanya pasti banyak dari murid mu yang banyak sebagian besar berhasil," tukasnya. (Evi Ariska)
Berita Terkait
Terpopuler
-
Cegah DBD! Warga Kalisari Jakarta Timur, Kompak di Pertemuan Jumantik
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo