Sudut pandang Psikolog
Meski menuai pro kontra, semakin hari tren pamer isi saldo ATM di kalangan artis justru semakin bertambah. Menurut salah seorang psikolog ternama ada beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang atau publik figur untuk mengikuti tren tersebut.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Psikolog Linda Setiawati, M.Psi kepada MataMata.com melalui sambungan telepon pada Kamis (28/11).
"Bisa banyak faktor yang mempengaruhi. Sekedar ikut-ikutan tren yang ada di masyarakat untuk menunjukan eksistensi bisa jadi salah satu faktor," papar Linda Setiawati.
"Faktor lainnya sebagai cara untuk mendapatkan pandangan atau penerimaan masyarakat, menjadi ajang pembuktian diri bahwa mereka sukses dalam pekerjaan yang ditekuni, dimana tolak ukurnya adalah jumlah atau nominal uang yang dimiliki," ungkap Linda Setiawati.
Namun, tanpa disadari tren ini juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
"Tidak mengedukasi dan tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Masyarakat bisa belajar dari perilaku tersebut dan menilai hal tersebut wajar dilakukan tanpa memikirkan lebih lanjut konsekuensi yang muncul akibat perilaku tersebut," ujar Linda Setiawati.
"Misalnya masyarakat yang habis pamer saldo ATM bisa menjadi target atau sasaran tindak kriminal dari orang lain yang menggunakan kesempatan yang ada," jelas Linda Setiawati.
Lebih lanjut, Linda Setiawati juga menjelaskan jika ada dampak lain yang lebih ekstrim.
"Dampak lainnya jika masyarakat belajar bahwa kesuksesan dilihat dari jumlah uang yang dimiliki, takutnya dimana di titik ekstrim tertentu dapat membuat orang lain berusaha dengan cara apapun untuk bisa mendapatkan uang sebanyak-banyaknya agar bisa mendapat pengakuan dari orang lain," pungkas Linda Setiawati.
Tag
Terpopuler
-
Atasi Penumpukan Kontainer Tanjung Priok, Menkeu Purbaya Desak Regulasi Denda Importir
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Melalui Lagu 'Aku Bisa', Rucky Markiano Bangkit dari Luka dan Keterpurukan
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo