Matamata.com - Kriss Hatta kembali menjalani sidang lanjutan kasus penganiayaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2019). Kali ini sidang beragendakan pembacaan replik dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Berdasarkan pantauan di lokasi, Kriss Hatta tiba di pengadilan sekitar pukul 13.30 WIB dengan kedua tangan diborgol dan kacamata hitam. Dia terlihat santai menghadapi sidang hari ini.
"Persiapannya cuma duduk dengerin aja. Ini respons jaksa terhadap nota pembelaan kemarin," kata Kriss Hatta.
Sebelumnya, Kriss Hatta membacakan sendiri nota pembelaan atau pledoi. Dengan membaca sendiri, dia berharap majelis hakim tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Tujuannya supaya majelis hakim tahu lah awal kasus ini bagaimana. Apakah sesuai prosedur atau tidak, kalau saya ceritakan itu di luar ruang persidangan bukan tempat yang tepat," kata Kriss Hatta.
Dalam pledoi yang dibacakan, Kriss Hatta membahas secara rinci kronologis pemukulan terhadap Antony Hillenaar. Dia juga menyinggung soal Antony yang sempat minta duit damai senilai Rp 1 miliar.
Berita Terkait
-
Sule Baper Soal Tuduhan Pelawak Sombong, Langsung Beri Pembelaan Ke Denny Cagur: Saya Saksinya
-
Mario Dandy Mewek saat Bacakan Nota Pembelaan, Auto Diledek: Jagoan Kok Nangis
-
Muncul dan Terang-terangan Bela Istrinya, Lee Seung Gi Dituding Perkeruh Suasana
-
Disebut Raffi Ahmad Hanya Enak Tidur Leha-Leha, Nagita Slavina Auto Dibela: Ngurus Anak!
-
Dihujat Karena Model Kerudung Makin Terbuka, Lesti Kejora Banjir Pembelaan: Tren!
Terpopuler
-
Tring! by Pegadaian FORESTRA 2026 Umumkan Jajaran Penampil Tahap 2, Merayakan Harmoni Musik dan Alam di Tengah Hutan
-
Menuju Panggung Internasional, Atlet Muda Indonesia Dibina dengan Jangka Panjang
-
Menkeu Purbaya Tambah Penempatan Dana Pemerintah Rp400 Triliun di Bank Himbara
-
ESDM Sempat Tahan Ekspor Batu Bara demi Amankan Listrik PLN
-
Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Masih Kekurangan 7.500 Layar Bioskop
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo