Matamata.com - Maudy Koesnaedi mengenang masa-masa saat masih duduk di bangku SMA.
Alumni SMA 6 Jakarta itu mengaku saat sekolah di tingkat menengah termasuk siswa yang memiliki target harus mendapatkan nilai yang bagus di setiap mata pelajaran.
"Karena waktu SMA aku termasuk yang nerd, belajar mulu, harus punya standar tinggi," kata Maudy Koesnaedi, saat ditemui di konferensi pers Sixerhood Celebration 2019, di Panglima Polim, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019).
Bahkan pemeran Zaenab di film Si Doel itu menangis karena tidak mendapatkan nilai 10. walau angka yang didapat masih tergolong bagus.
"Nilai ulangan 8 tuh nangis karena harus sepuluh. Tiap mau terima rapor deg-degan takut nggak lulus, padahal selalu ranking 2 rangking 3," sambungnya.
Tidak hanya itu Maudy Koesnaedi juga sering minta izin karena mulai sibuk dengan pemotretan.
"Waktu itu momennya lagi sering foto buat majalah atau iklan, sering izin tapi tetap harus nilainya bagus," sambungnya.
Walau sibuk, ibu satu anak itu mengaku aktif ikut kegiatan di sekolahnya. Salah satunya olah raga basket.
"Sempet ikutan basket juga, sempet ikut kompetisi ikut tanding juga waktu itu. Ikut PCM juga kayak modern dance gitu di SMA 6," tutupnya.
Berita Terkait
-
Menkeu Purbaya Percepat Rekrutmen Bea Cukai Lulusan SMA, Targetkan Buka April Ini
-
Otorita IKN Siapkan Layanan Pendidikan Terpadu TK-SMA di KIPP
-
LKS 2025 Kini Terbuka untuk SMA dan MA, Kemendikdasmen Dorong Talenta Inklusif dan Adaptif Digital
-
Pemerintah Siapkan Langkah Implementasi Pendidikan Gratis dari SD hingga SMA Usai Putusan MK
-
Maudy Ayunda Kisahkan Masa Sulit Semasa Sekolah: Metode Belajar Kreatif Jadi Kunci Kesuksesan
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo