Matamata.com - Polisi menemukan dua nama baru dalam pengembangan kasus narkoba Ibra Azhari. Namun sayangnya, polisi belum mau membeberkan dua nama artis tersebut.
"Ada dua yang kami akan konfirmasi dulu, karena memang ini pengembangan dari pada kasusnya saudara Ibra Azhari," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (21/1/2020).
Ketika didesak apakah dua orang tersebut dari kalangan artis, Yusri enggan memberi penegasan.
"Nanti kita lihat (artis atau bukan). Kita tunggu saja mudah-mudahan minggu depan yang bersangkutan hadir, kalau memang tidak bisa hadir karena sudah pemanggilan yang kedua," ujar Yusri Yunus.
Yusri menuturkan, sebelumnya dua orang tersebut sudah dilakukan pemanggilan untuk diperiksa lebih lanjut. Namun sayangnya tak dapat hadir.
"Sudah kami panggil. Ini sudah panggilan yang kedua. Kita jadwalkan memang minggu ini. Semoga minggu depan bisa hadir alhamdullilah. Kalau memang tidak bisa hadir ya kita sesuaikan, ada ketentuan mekanismenya kita langsung membawa ke sini untuk dilakukan pemeriksaan," ucap Yusri Yunus.
Sebelumnya, polisi menangkap Ibra Azhari setelah mendapat laporan dari masyarakat. Adik kandung Ayu Azhari itu diciduk dikediamannya kawasan Pejaten, Jakarta Selatan setelah kedapatan memesan narkoba jenis sabu dari seorang pengedar berinisial MH.
Saat itu, Ibra Azhari hanya bersama penjaga rumahnya dan sempat tak kooperatif dengan mengunci seluruh rumah. Ibra Azhari disangkakan Pasal 112 dan 114 Undang Undang Narkotika Tahun 2009 dengan ancaman paling maksimal 20 tahun penjara. [Herwanto]
Berita Terkait
-
Mualem Kecam Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Desak Kapolri Turun Tangan
-
Komisi III DPR RI Puji Putusan Hakim PN Batam yang Tak Jatuhkan Vonis Mati pada Fandi
-
DPR Kritik Tuntutan Mati ABK Sea Dragon: Jangan Jadi Alat Putus Mata Rantai Narkoba
-
Kasus Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Polisi Segera Periksa Sejumlah Ahli
-
Rocky Gerung Bela Dokter Tifa di Polda Metro: Meneliti Itu Metodologi, Bukan Penghinaan!
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Lantik Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Kemenhaj Minta Jemaah Haji Lapor jika Temukan Pungutan Liar, KBIHU Dilarang Jual Paket Wisata
-
Rekor Baru! Belanja Militer Global 2025 Tembus US$2,89 Triliun
-
DPR Dorong Pemerataan Program Kampung Internet untuk Transformasi Digital Desa
-
Bahlil hingga M. Qodari Buka Suara Soal Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Senin Ini
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo