Matamata.com - Johny Indo menghembuskan nafas terakhir pada, Minggu (26/1/2020) sekitar pukul 07.45 WIB.
Maria anak Johny Indo mengatakan bahwa kondisi sang ayah sehari sebelum meninggal dunia sudah ngedrop.
Bahkan Johny Indo sudah tidak bisa menerima makanan dan minuman ke tubuhnya.
"Pas disini tuh keadaannya makin ngedrop. Akhirnya kemarin tuh udah nggak bisa terima makan minum, muntah terus," ujar Maria saat ditemui awak media.
"Tadi pagi tiba-tiba nafasnya diburu. Tiba-tiba udah nggak ada lagi," imbuhnya.
Nama Johny Indo sendiri sempat melambung di era 80-an akhir. Dia pernah membintangi sejumlah film seperti Badai Jalanan, Langkah-Langkah Pasti hingga Daerah Jagoan.
Sebelumnya, dia pernah dijebloskan di Penjara Nusakambangan karena merampok toko emas di Cikini, Jakarta Pusat pada 1979. Aksi perampokannya pun sempat membuatnya dijuluki Robin Hood Indonesia karena hasil rampoknya yang ia bagi-bagikan ke masyarakat miskin. Dia ditahan selama 14 tahun karena aksinya.
Berita Terkait
-
Ayah Ayu Ting Ting Operasi Hernia, Kelakuan di Rumah Sakit Bikin Gemas: Orang Kaya Suka Begitu
-
Anak Akui Johny Indo Seorang Kiai
-
Fairuz A Rafiq Pingsan usai Jadi Saksi, Johny Indo Dimakamkan Secara Islam
-
Antar Johny Indo ke Pemakaman, Tersangka Kasus MeMiles dan Keluarga Nangis
-
VIDEO Johny Indo Sempat Mogok Makan saat Tahu Anaknya Ditahan Kasus MeMiles
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo