Matamata.com - Hasil autopsi Lina Jubaedah sudah diungkapkan polisi. Mantan istri komedian Sule dinyatakan meninggal secara wajar karena sakit. Kecurigaan Lina wafat karena dibunuh tak terbukti.
Hanya saja, publik kadung curiga pada suami Lina, Teddy. Sebab dia satu-satunya orang yang menyaksikan masa-masa terakhir Lina Jubaedah.
Anggapan putra Lina, Rizky Febian menyudutkan Teddy pun muncul di tengah publik. Hal ini lantaran Rizky sebagai orang yang melaporkan kematian sang bunda ke Polrestabes Bandung meski tak menunjuk seseorang sebagai terlapor.
Keluarga Lina Jubaedah diwakili adiknya, Yani, membela Rizky Febian. Dia mengatakan sejak awal Rizky cuma ingin tahu penyebab pasti kematian Lina.
"Keluarga sama A Iky (Rizky) cuma pengin tau sebenarya kematian seperti apa, penyakitnya apa, karena keluarga nggak ada yang tau. Makanya ada autopsi, jadi kan buat menunjukkan ake semua masyarakat, tidak ada unsur memojokkan," kata Yani ditemui di kediamannya, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (1/2/2020).
Lagipula, Yani melanjutkan, Rizky Febian di dalam laporan di Polrestabes Bandung tak menyertakan siapa terlapornya.
"Iky tidak menyudutkan siapa-siapa. Terlapor juga nggak ada. Dari keluarga mah cuman ingin tau aja, penyakitnya apa," ujar Yani.
Di sisi lain, Yani mewakili keluarga mengaku sudah tenang setelah hasil autopsi Lina Jubaedah dirilis. Rasa penasaran keluarga sudah terjawab.
"Udah tenang, udah lega, dari dalu almarhum meninggal udah mengikhlaskan ya. Makanya hasil kepolisian menjawab semua keraguan dari keluarga," ujar Yani.
Polrestabes Bandung mengumumkan hasil autopsi Lina Jubaedah pada Jumat (1/2/2020). Dalam keterangannya, polisi menyebut tak ada tanda-tanda kekerasan di jenazah Lina. Lina juga meninggal bukan karena diracun.
Penyidikan yang dilakukan polisi untuk menindaklanjuti laporan putra Lina, Rizky Febian di Polrestabes Bandung. Rizky melaporkan tuduhan pembunuhan berencana. [Herwanto]
Berita Terkait
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Seskab Teddy dan Menkop Bahas Pendaftaran 30.000 Manajer Koperasi Desa Merah Putih
-
Maraton 5 Jam di Kremlin, Prabowo dan Putin Sepakati Kerja Sama Energi hingga Hilirisasi
-
Seskab Teddy Terima Kunjungan Kepala BIN, Bahas Sidang TPA dan Isu Strategis Dalam Negeri
-
Seskab Teddy dan Mensos Gus Ipul Bahas Prestasi Sekolah Rakyat hingga Akurasi Bansos
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Lantik Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Kemenhaj Minta Jemaah Haji Lapor jika Temukan Pungutan Liar, KBIHU Dilarang Jual Paket Wisata
-
Rekor Baru! Belanja Militer Global 2025 Tembus US$2,89 Triliun
-
DPR Dorong Pemerataan Program Kampung Internet untuk Transformasi Digital Desa
-
Bahlil hingga M. Qodari Buka Suara Soal Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Senin Ini
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo