Matamata.com - Hasil tes urine tersangka Lucinta Luna telah dinyatakan positif mengandung benzo, zat yang ada di dalam obat penenang riklona dan tramadol.
Dalam penggeledahan, polisi juga menemukan pil ekstasi di apartemen Lucinta Luna. Tapi sampai sekarang Luna tak mengakui jika barang haram itu adalah miliknya. Tiga rekan Luna yang juga ada saat penggeledahan juga tak mengakui.
Karena itu, polisi telah memeriksa rambut Lucinta Luna untuk mencari tahu apakah dia juga memakai narkoba jenis ekstasi atau tidak.
"Kemarin sudah kita lakukan cek rambut di Lido, ambil sampel rambut, tetapi harus menunggu 3 -4 hari untuk hasil dari lab," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polres Jakarta Barat, Kamis (13/2/2020).
Dari situ bisa diketahui apakah di tubuh Lucinta Luna mengandung zat amfetamin atau tidak. Amfetamin adalah zat yang ada di dalam pil ekstasi.
"Kemarin kan benzo, kita pengen tahu apakah ada juga amfetamin, kemudian sudah berapa LL ini gunakan benzo tersebut dan amfetamin yang ada," ujar Yusri.
Lucinta Luna ditangkap di apartemen Thamrin City, Selasa (11/2/2020) pagi bersama tiga orang rekannya. Dalam penggeledahan, polisi mengamankan 2 butir pil ekstasi berwarna biru dengan logo lego, 7 butir pil putih riklona, dan 5 butir pil tramadol.
Riklona dan tramadol menurut polisi adalah obat penenang yang masuk kategori psikotropika.
Hasil tes urine menyatakan Lucinta Luna positif benzo, zat dari obat penenang tersebut. Sementara tiga rekannya negatif. [Ismail]
Berita Terkait
-
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri Usai Ditangkap, Kuasa Hukum Buka Suara
-
Polda Metro Siagakan 585 Personel Amankan Kunjungan Presiden Jerman di Jakarta
-
Polda Metro Jaya Periksa Instansi Terkait dan Ditjen Perkeretaapian Soal Kecelakaan di Bekasi
-
Mualem Kecam Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Desak Kapolri Turun Tangan
-
Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Peredaran Tramadol di Jakarta Timur
Terpopuler
-
Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100 Persen bagi Negara Pengumpul Pajak Digital
-
Menyesal! Davina Karamoy Tak Kuasa Tahan Tangis di Film 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali'
-
Menteri Kebudayaan: Ruang Kreatif Komunitas Strategis bagi Keberlanjutan Budaya
-
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta Sebut Paparan Presiden Prabowo Perkuat Pemahaman Aliran Bernegara
-
KDM Alihkan Hadiah Sayembara Rp250 Juta untuk Masa Depan Korban Penyekapan
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo